Rabu 11 November 2020, 02:55 WIB

PEN tidak Bergantung APBN

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
PEN tidak Bergantung APBN

MI/Susanto
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan upaya pemulihan ekonomi nasional tidak harus selalu bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan instrumen kebijakan makro, yang meliputi moneter dan fiskal. Reformasi hal-hal fundamental dalam perekonomian juga menjadi salah satu cara untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Sri Mulyani juga mengatakan perbaikan daya saing, produktivi tas, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi hal fundamental dalam perekonomian Indonesia.

Dengan begitu, Indonesia tidak saja bertahan, tapi juga maju meski di masa pandemi.

“Salah satu upaya pemerintah ialah dengan UU Cipta Kerja. Ini diharapkan akan memberikan banyak berbagai kemungkinan baru bagi perekonomian Indonesia dan membuat potensi ekonomi Indonesia di semua sektor dan dae rah bisa meningkat dengan baik,” ujar Sri Mulyani dalam webinar di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan UU Cipta Kerja itu dapat menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi dan memosisikan Indonesia lebih baik jika dibanding dengan negara setingkat lainnya.

“Kita tetap sibuk menghadapi covid-19, tapi kita juga sama kerja kerasnya untuk memperbaiki reformasi untuk perbaikan fondasi ekonomi dan perbaikan kesejahteraan,” ujar Sri Mulyani.


Lebih baik

Sri Mulyani juga mengatakan Indonesia relatif lebih baik dalam menangani pandemi dan menahan dampak covid-19 pada perekonomian ketimbang negara-negara lain.

Salah satu yang membuat Indonesia memiliki daya tahan ialah kebijakan gas dan rem yang tepat dan matang.

“Ini terus kita jaga karena tidak ada satu negara pun di dunia yang mengetahui secara persis bagaimana mengelola ancaman kesehatan dan sosial ekonomi,” ujarnya.

Sebelumnya, Menko Bidang Per ekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa pemulihan ekonomi sedang berjalan dalam jalur yang benar, seiring dengan kinerja berbagai industri yang tumbuh positif pada kuartal III- 2020.

Selain pertanian, pertumbuhan positif sektor industri yang berkontribusi besar terhadap PDB sebesar 20%, menjadi tanda bahwa perekonomian Indonesia sudah masuk ke tahap pemulihan.

Menko Airlangga mencatat bahwa pertumbuhan sektor industri sebesar 5,2% (q to q). Sejumlah industri yang menunjukkan pertumbuhan, yakni makanan dan minuman sebesar 4,23%, logam dasar 10%, barang logam dan optik 8%, serta alat angkut 17%.

‘’Ini mendukung bahwa pemulihan sudah dalam track yang benar dan kita berharap di kuartal IV akan ada tambahan dorongan, baik dari segi pembiayaan APBN, program pemulihan ekonomi, maupun investasi,’’ kata Airlangga dalam diskusi virtual yang diselenggarakan BNPB, Senin (9/11). (Ant/X-10)

Baca Juga

Antara/Bayu Pratama S

Kementerian PUPR Fokuskan 3 Langkah ini Tangani Banjir di Kalsel

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 19 Januari 2021, 01:35 WIB
"Prioritas pertama ialah untuk infrastruktur jembatan yang rusak saya sudah meminta dalam 3-4 hari bisa diselesaikan sehingga...
Antara/Sigid Kurniawan

Asosiasi Tawarkan Pemerintah Adakan Vaksinasi Covid-19 di Mal

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 19 Januari 2021, 01:32 WIB
"Kami menawarkan tempat kami untuk pemerintah mengadakan vaksinasi di pusat belanja, sehingga lebih cepat terdistribusi," kata...
Antara/Sigid Kurniawan

Asosiasi Tawarkan Pemerintah Adakan Vaksinasi Covid-19 di Mal

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 19 Januari 2021, 01:31 WIB
"Kami menawarkan tempat kami untuk pemerintah mengadakan vaksinasi di pusat belanja, sehingga lebih cepat terdistribusi," kata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya