Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) loloskan 15 calon varietas tanaman pangan untuk dilepas sebagai varietas unggul melalui sidang evaluasi dan penilaian calon varietas tanaman pangan.
Salah satunya adalah padi sawah protein tinggi yang tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat semata, tetapi juga fungsi kesehatan dengan kadar protein tinggi.
Pada acara sidang evaluasi dan penilaian calon varietas, Takdir Mulyadi, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan selaku Wakil Ketua Tim Penilai Varietas Tanaman Pangan (TPVTP) mengatakan, 15 calon varietas yang direkomendasi untuk dilepas sebagai varietas unggul berasal dari 3 komoditas yakni empat calon varietas padi sawah inbrida, delapan calon varietas jagung hibrida, dan tiga calon varietas kedelai.
Setelah terpenuhinya persyaratan pelepasan varietas oleh Lembaga Pemulian, Tim TPVTP segera merekomendasikan untuk diusulkan dilepas dan diterbitkan SK Menteri Pertanian sebagai varietas unggul Nasional.
Lebih lanjut Takdir, menegaskan varietas unggul hasil pemuliaan atau introduksi sebelum disebarluaskan ke masyarakat luas, harus dilepas terlebih dahulu oleh Menteri Pertanian.
Dengan adanya pelepasan varietas, Takdir berharap calon varietas yang dihasilkan dapat dikembangkan secara luas di masyarakat sehingga dapat mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, terlebih di tengah pandemic Covid-19 ini, tren hidup masyarakat sudah bergeser mengarah untuk mengkonsumsi pangan sehat.
Secara rinci, Andi Muhammad Saleh, Kasubdit Pengembangan Varietas menyebut untuk padi salah satunya adalah calon varietas padi protein tinggi mencapai 10,72%, usulan dari Konsorsium Padi Nasional dan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dengan keunggulan daya hasil tinggi (9,71 GKG ton/Ha), melebihi Ciherang.
Selain itu, varietas padi ini memiliki stabilitas hasil tinggi, tahan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) patotipe IV dan VIII dan Blas ras 033 dan 073. Keunggulan lainnya, tahan rebah.
Sedangkan jagung hibrida yang direkomendasikan adalah calon varietas yang akan diusulkan oleh Balitsereal, PT. DuPont Indonesia, PT. Makmur Sejahtera Nusantara, PT Syngenta Indonesia, dan PT Premier Seed Indonesia. Untuk Kedelai usulan dari Balitkabi dan BATAN.
Hingga tahun 2019, Kementan telah melepas sejumlah 350 varietas padi inbrida, 104 varietas padi hibrida, 58 varietas jagung komposit, 245 jagung hibrida, 96 varietas kedelai, 30 varietas sorgum, 13 varietas gandum, 19 varietas ubi kayu, 40 varietas ubi jalar, 51 varietas kacang tanah, 26 varietas kacang hijau, dan 1 varietas talas.
Sedangkan sejak Januari hingga Oktober 2020, Kementan telah melepas sejumlah 18 varietas padi inbrida, 4 varietas padi hibrida, 1 varietas jagung komposit, 10 jagung hibrida, 4 varietas kedelai, 1 varietas ubi kayu, 1 varietas talas beneng dan 1 varietas Porang.
Hal ini selaras dengan arahan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, Kementan di bawah kepemimpinan Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus dorong penggunaan varietas unggul baru (VUB).
“Dipastikan VUB ini dapat menjadi faktor utama mendukung peningkatan produksi dan produktivitas serta ekspor pangan khususnya beras nasional," papar Suwandi. (RO/OL-09)
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia merupakan faktor penentu keberlanjutan pangan nasional.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved