Sabtu 24 Oktober 2020, 00:35 WIB

Matahari Rugi Rp617 Miliar dalam Masa Pandemi

(Ins/Des/E-1) | Ekonomi
Matahari Rugi Rp617 Miliar dalam Masa Pandemi

MI / RAMDANI
MATAHARI DEPRTEMEN STORE

 

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melaporkan kerugian sebesar Rp617 miliar selama sembilan bulan terakhir pada 2020.

CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Terry O'Connor mengungkapkan, akibat pandemi covid-19, pihaknya mempercepat penutupan gerai toko tersebut.

"Sepanjang tahun ini, tujuh gerai format besar dan seluruh gerai khusus ditutup," sebut CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Terry O'Connor seperti dikutip dari website resmi Matahari, kemarin.

Disebutkan, sampai saat ini Matahari mengoperasikan 153 gerai di 76 kota di seluruh Indonesia. Perseroan berniat untuk mengakhiri tahun ini dengan portofolio sekitar 150 gerai format besar.

Untuk mengurangi dampak pandemi, Matahari telah melakukan pengetatan biaya, termasuk upaya negosiasi untuk memperoleh keringanan sewa. Hasilnya terjadi penurunan beban operasional 26,2% pada kuartal ketiga dan 29,3% pada periode Januari sampai dengan September.

Adapun penjualan kotor dilaporkan sebesar Rp5,9 triliun, sedangkan pendapatan bersih turun 57,5% menjadi Rp3,3 triliun.

"Pemulihan pemotongan gaji telah dimulai sejalan dengan pemulihan kami, dan direncanakan untuk pulih sepenuhnya pada kuartal 4 2020," ungkap Terry.

 

Penjualan Unilever

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp32,4 triliun pada kuartal III-2020 atau tumbuh 0,3% jika dibandingkankan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan ini didorong pertumbuhan penjualan domestik sebesar 0,8%.

Selain itu, perseroan juga mencatat peningkatan positif pada penjualan ritel domestik (tanpa UFS) sebesar 1,7% pada tahun berjalan September 2020. Pertumbuhan ini didorong peningkatan penjualan produk kesehatan dan kebersihan, seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan selama pandemi.

Perseroan juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp5,4 triliun, turun 1,27% jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai Rp5,51 triliun.

"Meskipun sulit untuk memprediksi berapa lama pandemi ini akan berlangsung, prioritas kami tetap sama dan konsisten, yaitu membangun bisnis yang mampu bersaing di masa sulit seperti ini," ujar Presiden Direktur Unilever Indonesia, Hemant Bakshi, dalam keterangan tertulisnya, kemarin. (Ins/Des/E-1)

Baca Juga

ANTARA/Oky Lukmansyah

Industri Makanan Minuman Tumbuh Positif saat Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:44 WIB
Data tersebut diketahui berasal laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperlihatkan jumlah ouput industri makanan dan minuman dari...
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Sriwijaya Air Tambah Kompensasi Ahli Waris Korban Jadi Rp1,5 M

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:35 WIB
Kewajiban untuk membayar ganti rugi kepada perwakilan atau ahli waris korban tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun...
Dok MI

Sandiaga: OJK Sepakati Kredit Pemulihan Parekraf Rp3 Triliun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:05 WIB
Mereka yang tercatat sebagai penerima kredit, lanjut Sandiaga, akan mendapatkan bantuan dengan jumlah minimal sebesar Rp50 juta per...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya