Selasa 13 Oktober 2020, 20:15 WIB

Merger Bank Umum Syariah BUMN Tidak Perlu Tender Offer

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Merger Bank Umum Syariah BUMN Tidak Perlu Tender Offer

MI/Angga Yuniar
BRI Syariah

 

PT BRI Syariah Tbk dipilih menjadi cangkang dari merger bank BUMN syariah dengan mempertimbangkan status perseroan sebagai perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dijelaskan bahwa Bank BRIsyariah, PT Bank BNI Syariah (BNIS), dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) melaporkan telah meneken perjanjian penggabungan bersyarat atau conditional merger agreement (CMA) dalam rangka rencana penggabungan tiga entitas pada Senin (12/10).

Dengan memperhatikan CMA, setelah penggabungan efektif, BRIS akan menjadi entitas yang menerima penggabungan atau surviving entity dan seluruh pemegang saham BNIS dan BSM akan menjadi pemegang saham dari entitas yang menerima penggabungan

Deputy Komisioner OJK Pengawas Pasar Modal Djustini Septiana mengatakan secara umum, untuk emiten yang akan merger, cukup mengikuti ketentuan di dalam Peraturan OJK (POJK) terkait merger dan akuisisi.

"Yang existing tidak perlu tender offer. Nanti saham-saham yang dilikuidasi akan dikonversi menjadi saham perusahaan yang existing saja," ujar Djustini, saat dihubungi, Selasa (13/10).

Tender offer merupakan penawaran untuk membeli saham suatu perseroan, biasanya di atas harga pasar saham, dengan pembayaran tunai, sekuritas, atau keduanya. Tujuannya untuk menguasai perusahaan sasaran. Menurut aturan pasar modal, perusahaan yang melakukan akuisisi sehingga menjadi pemegang saham pengendali baru, diwajibkan untuk melakukan tender offer.

Sebelumnya Ketua Tim Project Management Office, Hery Gunardi mengungkapkan alasan dipilihnya BRIS sebagai survivor/ surviving entity dalam merger bank BUMN syariah, karena BRIS menjadi satu-satunya yang berstatus sebagai perusahaan publik (Tbk).

“Jadi, survivor atau cangkangnya kami pakai itu BRIS. Dengan pemilihan BRIS, proses penggabungan secara resmi nantinya akan menjadi lebih mudah. Dua perusahaan yang berstatus tidak tercatat sebagai perusahaan publik dapat menggabungkan diri ke BRIS," kata Hery yang juga menjabat Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ini, dalam konferensi pers virtual, Selasa (13/10). (OL-13)

Baca Juga: Penyusunan RPP UU Ciptaker, Menaker Janji Libatkan Banyak Pihak

Baca Juga

MI/Lilik Darmawan

Produk UMKM Ingin Diekspor, Teten : Daya Saing Produk Ditingkatkan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:21 WIB
“Untuk memperbesar kapasitas UMKM agar berkontribusi dalam ekspor nasional, KemenKopUKM tahun ini akan mendorong UMKM masuk ke sektor...
Ilustrasi

PGN Kembangkan Digitalisasi untuk Optimalkan Usaha

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:18 WIB
Saat ini, PGN telah memiliki sistem informasi yang mengintegrasikan seluruh anak usaha sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas...
Ist

Produk Perawatan Kulit Ini Tebar Promo Belanja Online

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 22:35 WIB
Produk unggulan yang ditawarkan meliputi produk pemenang Glowpick Award...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya