Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menyatakan peningkatan literasi dan inklusi masyarakat terhadap perbankan syariah masih menjadi tantangan mengingat hingga saat ini angka capaiannya masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan konvensional.
"Posisi tahun terakhir atau pada 2019, literasi bank syariah baru 8%, sedangkan inklusi baru 11%," kata Ketua Umum Asbisindo Toni EB Subari pada Media Workshop Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah Ekonomi dan Perbankan Syariah Energi Baru untuk Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, kemarin.
Ia mengatakan banyaknya perbedaan istilah dan konsep antara perbankan syariah dan konvensional juga menjadi tantangan bagi pelaku perbankan syariah dalam memberi penjelasan kepada masyarakat.
"Kami punya tantangan menjelaskan kepada masyarakat yang universal maupun rasional dengan menggunakan istilah yang lebih umum. Konsep pertama ialah perbedaan antara perbankan syariah dan konvensional, di antaranya kami menjadikan nasabah sebagai investor dan menerapkan konsep bagi hasil," kata Toni yang juga Direktur Utama Bank Mandiri Syariah tersebut.
Melihat potensi pasar perbankan syariah di dalam negeri, sambungnya, sejauh ini masih terbuka lebar. Ia mengatakan saat ini dari total jumlah penduduk di Indonesia, 87% merupakan masyarakat muslim.
"Intinya ialah penguatan sumber daya manusia, penguatan kemampuan untuk menarik investasi atau modal di market, penguatan teknologi sebagai core banking, dan tentu saja literasi yang lebih mendalam ke pasar," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur IT, Operations, and Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii mengatakan pihaknya terus berupaya memberi layanan yang optimal kepada masyarakat, khususnya selama pandemi covid-19.
"Mandiri Syariah terus menjalankan proses digitalisasi produk dengan fokus kepada nasabah untuk memenuhi kebutuhan nasabah, terlebih di tengah situasi pandemi covid-19. Salah satunya, kami gencar melakukan transformasi layanan digital dan mengimplementasikan dalam aplikasi Mandiri Syariah Mobile, net banking, maupun layanan digital branch," katanya. (Try/E-2)
KETUA PP Muhammadiyah Anwar Abbas menanggapi kritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam sebuah kesempatan, Purbaya mendorong agar ekonomi atau perbankan syariah
BERKAT peran community officer sebagai garda terdepan dalam melayani dan mendampingi warga masyarakat inklusi, PT Bank BTPN Syariah Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.
Penyatuan dua figur dengan latar belakang yang saling mengisi dan menguatkan: investasi global dan ekonomi kerakyatan sejatinya adalah sebuah langkah cerdas
Danantara Indonesia menyampaikan bahwa penguatan Kawasan Thakher berjalan sebagai fondasi awal pengembangan Kompleks Haji.
Dahnil memerinci aset yang kini dimiliki Indonesia di Tanah Suci. Aset tersebut meliputi bangunan yang sudah beroperasi sebagai hotel serta lahan strategis yang siap dikembangkan.
Total aset keuangan syariah diperkirakan naik dari Rp3.158 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp3.508 triliun pada 2026.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved