Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUMNAS menyatakan sedang mengambil langkah baru untuk bisa memasarkan produknya. Salah satu cara yang diambil ialah dengan menghadirkan booth-booth secara virtual.
Dengan gencar pada strategi digitalisasi melalui pameran properti secara virtual, Perumnas juga berkolaborasi dengan BTN, BNI, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
“Kami saat ini tengah mengambil langkah baru dalam memasarkan produk perumahan Perumnas dengan menghadirkan booth-booth secara virtual. Konsep digitalisasi pameran seperti ini yang akan kami usung kedepannya,” ujar Direktur Utama Perumnas Budi Saddewa Soediro di Jakarta baru-baru ini.
"Kami melihat animo yang baik pada virtual event pada kolaborasi pameran properti secara virtual dengan Bank BNI dan Kementerian PUPR di Agustus lalu, sehingga kami menyambut baik adanya kolaborasi dengan BTN pada September ini," sambungnya.
Calon konsumen dapat mengakses melalui gawai masing-masing untuk melihat daftar proyek perumahan yang ditawarkan sehingga tidak perlu keluar rumah secara fisik.
Baca juga: Perumnas Kebut Proyek Hunian Terintegrasi Transportasi
Konsep pameran properti seperti ini juga dikemas dengan tambahan fitur membayar booking fee serta mengajukan KPR secara daring agar semakin memudahkan konsumen nantinya dalam bertransaksi.
Budi menjelaskan, terdapat banyak proyek perumahan Perumnas yang dihadirkan dalam pameran properti virtual ini baik itu berupa rumah tapak maupun rumah susun. Khusus pada pameran Virtual Expo Hapernas 2020 Perumnas menghadirkan 13 proyek dengan fasilitas subsidi yang menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah.
Budi menjelaskan khusus untuk kolaborasi dengan BTN dengan tajuk Virtual Event IPEX BTN 2020 yang berlangsung hingga 30 September nanti, Perumnas menghadirkan 15 proyek unggulan baik berupa format rumah tapak maupun rumah susun yang mengusung nama Samesta.
Di antaranya area Jakarta, Depok, dan Tangerang terdapat Samesta Mahata Serpong Tangerang Selatan, Samesta Mahata Tanjung Barat Jakarta, Samesta Mahata Margonda Depok, Samesta Alonia Jakarta, dan Samesta Sentraland Cengkareng Jakarta.
Di area Medan, Semarang, Surabaya terdapat Samesta Sentraland Medan, Samesta Green Nongsa City, Samesta Klipang Green 2, dan Samesta Sentraland Surabaya.
Selanjutnya untuk area Karawang, Purwakarta, Bogor dan Bandung terdapat Samesta Grand Sentraland Karawang, Samesta Royal Campaka Purwakarta, Samesta Dramaga Bogor, Samesta Parayasa Bogor, Samesta Pasadana Bandung, dan Samesta Antaloca Bandung.
“Kami sangat optimis dengan adanya pameran properti virtual seperti ini akan menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya untuk konsep retail di masa new normal," kata dia.
"Konsep penjualan secara ritel secara target di tahun ini kami menargetkan dapat mengantongi Rp830 miliar atau setara dengan 3.200 unit. Ke depannya inovasi pemasaran dengan konsep digitalisasi seperti ini akan kami gencarkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi”, tutup Budi. (RO/R-3)
BTN mencatat portofolio kredit perumahan Rp328,4 triliun hingga akhir 2025. KPR subsidi tumbuh 10% jadi Rp191,2 triliun, non-subsidi naik 6,7% jadi Rp113 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas akses hunian terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved