Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DPR RI menyoroti pekerja yang tidak terdaftar BPJAMSOSTEK. Sebab, mereka tidak bisa memperoleh Bantuan Langusng Tunai (BLT) sebesar Rp 2,4 juta untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta.
Hal itu disampaikan anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. Menurutnya, pemerintah harus memperhatikan pekerja dengan status ini. Mereka dinilai kelompok yang sangat membutuhkan bantuan di tengah pandemi covid-19.
Baca juga: Setiap Pekan, Pemerintah Transfer BLT ke 2,5 Juta Pekerja
“Kok (BLT) terbatas pada pekerja atau buruh yang terdaftar di BPJAMSOSTEK. Persoalannya ini kan anggaran negara. Rakyat yang tercatat sebagai WNI bukan hanya tercatat di BPJAMSOSTEK,” kritik Saleh dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI, Rabu (26/8).
Lebih lanjut, dia berpendapat masyarakat yang tidak terdaftar BPJAMSOSTEK mungkin disebabkan badan itu sendiri. Dalam hal ini karena tidak dapat meningkatkan kepesertaan. Ada juga pandangan bahwa rakyat dengan penghasilan kecil tidak mampu mendaftar BPJAMSOSTEK.
“Banyak yang gajinya di bawah Rp 1 juta lalu Rp 250 ribu harus diberikan sebagai iuran ke BPJAMSOSTEK. Ya mereka akan kekurangan, hidupnya bagaimana?,” pungkasnya.
Baca juga: Presiden: Jangan Sampai Investasi Minus Lebih dari 5%
Saleh menyoroti pekerja informal yang jumlahnya mencapai 70,49 juta orang. Sementara BLT hanya menargetkan 15,7 juta pekerja yang terdaftar BPJAMSOSTEK. Pihaknya meminta pemerintah untuk memperhatikan rakyat yang tidak terdaftar.
Diketahui, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 37,8 triliun untuk program bantuan bagi pekerja. Bantuan menyasar 15,7 juta pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta dan terdaftar BPJAMSOSTEK per Juni 2020.(OL-11)
Bantuan disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana tanah bergerak di Desa Kajen dan Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
GERAKAN Pemuda Ansor (GP Ansor) menyalurkan sejumlah paket bantuan seperti selimut, sandal jepit, kebutuhan alat mandi hingga obat-obatan pada korban bencana longsor di Pemalang.
Menyikapi kondisi tersebut, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menyalurkan bantuan logistik sebagai bentuk kepedulian.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Transformasi teknologi dan ketidakstabilan geopolitik global kini menjadi ancaman nyata bagi tatanan dunia kerja.
Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden pada akhir 2025, sebanyak 82% pekerja Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja.
Banyak pekerja tetap memaksakan diri menjalani aktivitas normal meski kondisi tubuh dan pikiran mereka sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Masalah tersebut sudah termasuk dalam pelanggaran normatif ketenagakerjaan
Generasi Z terbukti menjadi kelompok paling rentan di lingkungan kerja, dengan 91% di antaranya kerap menghadapi tantangan kesehatan mental dan 35% mengalami depresi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved