Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SERAPAN dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan cepat terealisasi jika menggunakan program eksisting dan memiliki validasi. Hal itu ditekankan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Sebab, sejumlah program dinilai memiliki data yang cukup. Sehingga ketika anggaran dikucurkan, realisasi dapat berjalan lancar.
"Penyerapan ini akan lebih cepat dan optimal untuk program yang sudah ada. Seperti PKH dan Kartu Sembako. Penyerapannya sangat optimal karena punya mekanisme, datanya sudah jelas. Meski data belum update, namun ini relatif sudah sangat establish," papar Ani, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers virtual, Senin (10/8).
Baca juga: Realisasi Dana Pemulihan Ekonomi Baru Rp151,2 Triliun
Dengan data dan mekanisme yang sudah siap, pemerintah tinggal menambah anggaran dan program tersebut bisa langsung dieksekusi saat pandemi covid-19. Selain itu, tidak ada perubahan regulasi signifikan, jika memanfaatkan program eksisting. Sehingga, birokrasi juga berjalan dengan cepat.
"Program yang sifatnya usulan baru, ternyata masih harus menghadapi berbagai persoalan. Dari data, validasi dan verifikasi," imbuh Bendahara Negara.
Lebih lanjut, dia mencontohkan program Kartu Prakerja, bansos produktif dan bantuan subsidi ubah kepada pekerja teregistrasi BPJS Ketenagakerjaan. Itu merupakan program yang butuh persiapan dalam bentuk validasi data lebih lanjut.
Baca juga: Menaker: Bantuan Subsidi Upah Berlaku Untuk Semua Sektor
Penyaluran juga bergantung pada infrastrukrur delivery. Apabila langsung menggunakan anggaran dari pemerintah, satuan kerja (satker) akan sangat dibutuhkan. "Namun, apabila harus melalui perbankan atau non-bank, persiapan untuk mendeliver ini sangat penting. Belum ditambah dengan faktor regulasi atau verifikasi," pungkasnya.
"Banyak institusi non-pemerintah yang berhadapan dengan dana pemerintah, mereka tahu harus melakukan proses dan akuntabilitas yang dilakukan birokrasi. Ini kesulitan yang sering dialami swasta atau lembaga keuangan dalam proses akuntabilitas pemerintahan," jelas Ani.
Untuk program PEN yang belum memiliki data meski sudah ada ide penyaluran, lanjut dia, malah akan semakin sulit. "Umpamanya mau memberikan bantuan kepada UKM rumah tangga, data base-nya belum lengkap. Ini akan menimbulkan tantangan luar biasa dan penyerapannya sangat lama,” katanya.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved