Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian RI (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyatakan perunggasan nasional masih dalam batas stabil. Hal ini hasil dari upaya stabilisasi perunggasan yang mengimbau perusahaan melakukan penyerapan livebird di tingkat peternak UMKM.
Berdasarkan data Setting Hatching Record (SHR) tanggal periode setting telur hatched egg (HE) yang dihimpun dari laporan 47 perusahaan pembibit, maka dapat diestimasi produksi daging ayam ras bulan Juli dan Agustus 2020. Produksi livebird bulan Juli berdasarkan SHR sebanyak 174.917.479 ekor atau setara daging ayam sebanyak 205.178 ton.
Sementara itu, kebutuhan daging ayam ras dari Maret sampai Oktober 2020 diprediksi Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami penurunan 43,2% akibat dampak pandemi covid-19.
Menurut BPS, setelah menghitung akibat dari penurunan konsumsi, kebutuhan daging ayam bulan Juli 2020 sebanyak 162.465 ton atau setara livebird sebanyak 138.503.836 ekor.
"Namun, livebird masih surplus di bulan Juli sebanyak 36.413.642 ekor atau setara daging ayam sebanyak 42.713 ton (26,29%). Jadi bisa dikatakan masih stabil," ujar Direktur Jenderal PKH, I Ketut Diarmita.
Sedangkan, produksi daging ayam bulan Juli 2020 dari integrator adalah sebesar 42,72% atau sebanyak 87.652 ton dan produksi dari peternak eksternal (mandiri) sebesar 57,28% atau sebanyak 117.527 ton.
Kontribusi produksi daging ayam dari peternak eksternal (mandiri) terhadap kebutuhan daging ayam ras nasional bulan Juli adalah sebesar 72,34 persen atau sebanyak 117.527 ton daging ayam.
Data setting telur HE selama bulan Juni 2020 tercatat sebanyak 272.070.577 butir dan menghasilkan DOC FS pada bulan Juli 2020 sebanyak 212.269.464 ekor.
Produksi DOC (ayam umur sehari) FS (final stock) bulan Juli berpotensi menghasilkan livebird pada bulan Agustus 2020 sebanyak 199.533.296 ekor atau setara dengan daging sebanyak 234.053 ton. Sementara kebutuhan daging ayam sebanyak 161.475 ton.
"Nah supply demand bulan Agustus 2020 ini juga masih bisa terjaga. Ada potensi surplus daging ayam sebanyak 72.578 ton (44,94%)," ungkap Ketut.
Adapun Kementan terus mengupayakan keseimbangan supply dan demand ayam ras. Misalnya dengan cara mengoptimalkan data SHR sebagai acuan data suplai ayam ras berdasarkan estimasi permintaan DOC dari peternak.
Selain itu, penundaan setting telur HE sampai 2 minggu dan afkir dini parent stock juga bisa dilakukan untuk mengendalikan laju produksi FS.
Lebih lanjut, dalam rangka memenuhi kepentingan peternak UMKM perlu mentautkannya dengan perusahaan terintegrasi untuk mendapatkan jaminan supply DOC, pakan dan akses pasar sesuai dengan harga acuan Permendag No. 7/2020.
Menyusun rancang bangun pola kerjasama (partnership) untuk mentautkan kepentingan peternak UMKM melalui asosiasi perunggasan dengan perusahaan terintegrasi. Penyerapan livebird (LB) dari peternak UMKM oleh mitra perusahaan perunggasan pada saat harga livebird di bawah HPP dan harga acuan Permendag No 7/2020.
Lalu, penyerapan livebird (LB) oleh industri olahan, akan dikoordinasikan oleh Kemenko Perekonomian dan Kementerian Perindustrian.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH Kementan, Sugiono menjelaskan ada beberapa langkah untuk stabilisasi perunggasan nasional. Langkah ini akan terbagi menjadi tiga tahapan yaitu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
"Dalam program jangka pendek, kami akan mengoptimalkan data setting hatching record (SHR) sebagai acuan data supply dan demand FS aktual setiap minggu dan mitigasi resiko terhadap ketidakseimbangan supply demand," ungkap Sugiono.
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan saat ini pemerintah terus berkomitmen untuk membenahi sektor perunggasan nasional demi meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.
"Kami upayakan stabilitas perunggasan nasional ini utamanya untuk kesejahteraan peternak. Pemerintah juga akan mendengarkan usulan berbagai pihak," tutur Mentan. (OL-09)
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
AKHIR 2025 publik dikejutkan hasil tes kemampuan akademik (TKA) jenjang SMA yang menunjukkan rata-rata nilai mata pelajaran wajib berada pada level yang relatif rendah.
Harga cabai rawit yang sempat membubung hingga Rp75.000 per kg, sekarang Rp38.000 per kg. Pun, cabai besar merah harga jual di pedagang Rp40.000 per kg.
BPS mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 0,64 persen (mtm). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya cabai rawit dan daging ayam, menjadi penyumbang terbesar.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman memberikan pandangan terkait angka inflasi Desember 2025.
Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi kelompok provinsi dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi pada Desember 2025.
Gejolak harga bahan baku pakan kerap menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan usaha peternakan di Indonesia.
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar.
Kementan menegaskan fokus utamanya saat ini yaitu membenahi sektor hulu atau perbibitan (breeding) sebagai langkah strategis untuk menekan ketergantungan impor daging.
Ia juga menekankan pentingnya Pusvetma memperluas kemitraan dengan akademisi dan perguruan tinggi untuk mempercepat inovasi riset dan produksi vaksin hewan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved