Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) kembali menegaskan pentingnya kehadiran petani milenial. Sebab, petani milenial dinilai mampu membumikan inovasi teknologi pertanian.
Hal tersebut disampaikan dalam Millenial Agriculture Forum (MAF) VI dengan tema Membumikan Inovasi Teknologi Pertanian, Jumat (17/07) yang dilakukan melalui aplikasi Zoom dan disiarkan secara live streaming.
Kegiatan tersebut menghadirkan Wayan Supadmo yang dikenal Pak Tani, Tekad Urip Pambudi Sujarnoko dari PT Agro Apis Palacio, dosen IPB Iwan Prihantoro, Muhammad Khudori dari PT Horti Agro Makro, dan Rayndra Syahdan Mahmudin dari PWMP Polbangtan YOMA.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku senang dengan keterlibatan generasi milenial dalam sektor pertanian.
“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun dibidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman kalian,” kata Mentan.
Menurut Kepala BPPSDMP, Kementan Dedi Nursyamsi, regenerasi dalam sektor pertanian sudah harus dilakukan.
“Saat ini, petani di Indonesia berjumlah sekitar 33 juta orang. 33 juta. Dari jumlah itu, hanya sekitar 29% petani yang usianya kurang dari 40 tahun atau disebut sebagai petani milenial," jelas Dedi.
"Sedangkan sisanya, sekitar lebih dari 70% masuk kategori tua. Dan 5 tahun hingga 10 tahun mendatang, banyak petani kita yang masuk fase tidak produktif atau berusia di atas 55 tahun. Makanya regenerasi mutlak dilakukan mulai saat ini juga,” katanya.
Dedi menambahkan, berdasarkan tingkat pendidikan, 74% petani Indonesia merupakan lulusan SD (Sekolah Dasar), tidak SD, dan bahkan tidak mengecap pendidikan sekolah.
“Sangat sedikit sekali yang lulus SMP, apalagi SMA dan perguruan tinggi. Makanya, tidak bijaksana rasanya jika kita mengandalkan pembangunan pertanian kepada petani dengan tingkat pendidikan seperti ini inilah pentingnya regenerasi,” terangnya.
Lebih lanjut Dedi menjelaskan terkait pentingnya petani milenial sebagai socioagripreneur untuk melakukan inovasi dan mengubah mindset dengan pemanfaatan teknologi dari produksi hingga pengolahan hasil dan distribusi.
"Inovasi tidak hanya berasal dari hasil penelitian laboratorium saja tetapi juga bisa dari uji coba pengalaman para petani-petani sukses . Hal ini yang menjadi contoh untuk generasi muda pertanian lainnya. Petani yang rajin mengadopsi inovasi teknologi akan berkembang lebih maju dan modern dibandingkan dengan petani yang tidak mengadopsi teknologi", papar Dedi.
Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, Idha Widi Arsanti. Menurut Idha, regenerasi perlu dilakukan karena dari tahun ke tahun terjadi penurunan jumlah petani, bahkan hingga 2019.
“Pendidikan dan pelatihan yang sifatnya vokasi sangat dibutuhkan. Sebagaimana arahan Presiden, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus dilakukan, dan vokasi adalah upaya untuk meningkatkan kualitas SDM serta regenerasi dalam pertanian,” tuturnya.
Idha mengakui generasi muda atau milenial menjadi andalan buat pertanian di masa depan. Karena, generasi milenial memiliki kemampuan lebih dalam melakukan inovasi baik budidaya maupun teknologi.
“Dengan adanya inovasi teknologi generasi muda waktu belajarnya lebih lama, maka produktivitas bisa ditingkatkan. Baik produktivitas lahan, pertanian, maupun SDM," papar Idha.
"Ketika kita berbicara teknologi untuk intensifikasi dan ekstensifikasi, kita bisa mendorong generasi muda. Harapannya, percepatan tanaman pangan bisa dilakukan dengan baik. Karena anak muda itu adaptif dengan teknologi. Dan teknologi ini juga yang kita manfaatkan termasuk saat pandemi Covid-19,” terangnya.
Ditambahkannya, upaya-upaya untuk membumikan teknologi tepat guna dan bisa dimanfaatkan petani dan semua aktor kunci pertanian, harus terus didorong. Hal ini juga harus disinergikan untuk mendorong produktivitas pertanian.
“Dalam MAF, kita sharing terkait inovasi, teknologi, juga membuka peluang kemitraan buat anak muda lain. Sekarang pun banyak anak muda yang terjun ke sektor pertanian menjalankan agribisnis pertanian. Kita harapkan bisa menarik anak muda lain sehingga lebih banyak anak muda yang terjun dalam dunia agribisnis,” paparnya.
Sementara Wayan Supadmo atau Pak Tani mengimbau kepada para petani lain termasuk generasi milenial, untuk selalu rajin mencoba.
“Inovasi bisa kita hadirkan dengan rajin mencoba. Kita bisa mencari tahu manfaat atau dampak dari satu hal karena sering mencoba. Petani pun harus rajin mencoba untu mendapatkan inovasi yang dibutuhkan,” tutur Wayan yang dikenal kerap menghadirkan inovasi dalam pertanian. (OL-09)
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved