Sabtu 11 Juli 2020, 13:50 WIB

Pertamina EP Asset 5 Gunakan Layanan Premium Super Ultima PLN

Raja Suhud | Ekonomi
Pertamina EP Asset 5 Gunakan Layanan Premium Super Ultima PLN

Dok.PLN
Layanan Super Ultima PLN Digunakan Pertamina Asset 5

 

Pertamina EP Asset 5 Tanjung beralih dari penggunaan Captive Power (pembangkit sendiri) berupa Gas Turbine Generator (GTS) ke suplai listrik PLN dengan menggunakan layanan premium Super Ultima. 

Pertamina EP Asset 5 Tanjung menjadi pelanggan pertama di luar Jawa-Bali yang menggunakan produk layanan Super Ultima dengan daya sebesar 10.380 kilo Volt Ampere (kVA) atau setara 10.380.000 Volt Ampere (VA). 

“Pertamina EP Tanjung adalah Pelanggan pertama kami yang menggunakan layanan Super Ultima, kami berterima kasih sekali atas kepercayaan Pertamina terhadap layanan kami. Yang sebelumnya menggunakan Captive Power, Pertamina beralih ke suplai listrik PLN. Itu artinya suplai listrik PLN pada layanan Super Ultima dipercaya memiliki kualitas yang lebih baik dari opsi-opsi yang ada,” General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Sudirman.

Layanan produk premium merupakan inovasi produk dari PLN untuk menjawab tantangan dalam menyediakan suplai listrik dengan kualitas terbaik untuk menciptakan produktivitas usaha dan mendorong pertumbuhan dunia bisnis. 

Tidak berhenti sampai di situ, yang terbaru PLN meluncurkan produk layanan bernama Super Ultima I dan Super Ultima II. Produk layanan Super Ultima ini merupakan perpaduan antara produk layanan premium yang dikombinasikan dengan perangkat khusus yang dinamakan Diesel Rotary Uninteruptible Power Supply (DRUPS).

Sudirman menambahkan dengan produk layanan Super Ultima, PLN menjamin pelanggan akan merasakan risiko paling kecil apabila suplai listrik Pelanggan terganggu, bahkan PLN menjamin jika ada gangguan pada sistem kelistrikan, Pelanggan Super Ultima tidak akan mengalami gangguan tegangan ataupun terjadi padam.

“Berbeda dengan layanan premium, pada Super Ultima ini kami menambahkan alat khusus yang bernama DRUPS, alat ini akan bekerja sebagai pengaman dan cadangan daya utama jika terjadi gangguan sistem listrik dalam skala besar,” jelas Sudirman. 


Selain lebih andal, dengan menggunakan listrik PLN, Pertamina EP dapat melakukan penghematan dari biaya pokok pembangkitan listrik yang mencapai Rp.12 miliar per bulan dan dapat meningkat hingga Rp170 miliar per tahun.

Di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sampai dengan tahun 2020 sudah ada 128 perusahaan yang memanfaatkan layanan premium PLN. 

Selain atas alasan suplai listrik yang lebih andal, para pelaku usaha dan bisnis yang menggunakan layanan premium PLN dapat menghemat biaya operasional perusahaan karena listrik PLN yang lebih murah dan bebas dari beban biaya maintenance.

Lebih lanjut Sudirman mengatakan dengan ketersediaan cadangan daya listrik lebih dari 300 Mega Watt dan sistem kelistrikan Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Provinsi Kalimantan Timur yang sudah terhubung menjadi sistem kelistrikan yang besar, PLN siap melayani kebutuhan listrik para pelaku usaha dan bisnis yang ingin berinvestasi di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Melihat ketersediaan listrik yang melimpah dan andal, terlebih dengan adanya produk layanan Super Ultima, kami siap melayani dan menyediakan kualitas listrik terbaik untuk investor,” pungkasnya.(RO/E-1)

Baca Juga

Antara/Rahmad

Temuan UNDP, UMKM Tak Mampu Bertahan Lebih dari 10 Bulan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 21 Januari 2021, 21:31 WIB
Ekonom UNDP Indonesia Rima Prama Artha menuturkan, 90% pelaku UMKM mengalami penurunan permintaan atas produk mereka selama...
Antara/Galih Pradipta

6 Program Ini Jadi Fokus Kemenkop-UKM Sepanjang 2021

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 21 Januari 2021, 20:49 WIB
“Untuk bidang perkoperasian kami menargetkan outcome terwujudnya koperasi modern,” ungkap Menteri Koperasi dan UKM Teten...
Dok. Pribadi

Banjir Pesanan, TaniHub Tumbuh Lebih dari 600% pada 2020

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 21 Januari 2021, 20:47 WIB
Presiden TaniHub Group Pamitra Wineka mengakui, tahun lalu merupakan masa yang menantang bagi pihaknya akibat pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya