Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KURS dolar AS melemah lagi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) dalam perdagangan bergelombang, karena data ekonomi AS yang umumnya solid dan perbaikan angka-angka Eropa mengurangi daya tariknya sebagai safe haven. Meskipun prospek mata uang tetap positif mengingat risiko baru yang ditimbulkan virus corona.
Greenback memulai kuartal ketiga dengan penurunan terhadap mata uang yang berkinerja baik di saat selera risiko meningkat seperti dolar Australia, Selandia Baru dan Kanada. Dolar juga jatuh terhadap euro dan sterling. Para analis mengatakan dolar masih bisa naik, karena kebangkitan kasus covid_19 covid-19 dan potensi penguncian baru di negara-negara bagian AS dianggap sebagai hot spots.
"Dalam ekonomi jasa-jasa seperti AS, mereka yang menghasilkan jumlah pekerjaan tertinggi adalah dalam bisnis kontak tinggi seperti restoran, bioskop, dan taman-taman pameran, yang saya pikir akan berhenti total," kata Boris Schlossberg, direktur pelaksana di BK Asset Management di New York.
"Ada risiko yang signifikan untuk menutup beberapa negara bagian. Masih ada banyak aliran risiko, dan dolar bisa menjadi penerima aliran itu," tambahnya.
Sementara Federal Reserve merilis risalah pertemuan kebijakan terakhirnya dan mengatakan prospek ekonomi AS masih sangat tidak pasti serta menegaskan bahwa pemulihan ekonomi penuh bergantung pada virus yang berada di bawah kendali. Dolar sempat memperpanjang kerugian terhadap yen dan euro setelah risalah pertemuan Fed dirilis.
"Risalah menggarisbawahi pesan dari proyeksi ekonomi bahwa para pejabat cukup suram tentang prospek ekonomi," kata Andrew Hunter, ekonom senior AS di Capital Economics.
Dolar sementara itu bereaksi sedikit terhadap Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP, yang menunjukkan daftar gaji sektor swasta Juni meningkat 2,369 juta pekerjaan. Data untuk Mei direvisi naik menjadi menunjukkan daftar gaji melonjak 3,065 juta, mengikuti rebound mengejutkan dalam pekerjaan yang dilaporkan oleh pemerintah, bukannya jatuh 2,76 juta seperti yang diperkirakan sebelumnya. Dolar memang kehilangan posisi sebagai safe haven, setelah data manufaktur AS menunjukkan angka 52,6, menandakan ekspansi untuk Juni.
baca juga: Nasabah Tolak Rencana Lelang Saham Minna Padi
Di Eropa, Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur akhir zona euro dari IHS Markit bergerak mendekati tanda 50 yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi pada Juni. Dalam perdagangan sore, dolar turun 0,3 persen terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya menjadi 97,15.Meskipun dolar telah bertindak sebagai mata uang aman bagi sebagian besar pandemi, fundamental AS juga memainkan peran utama, artinya dolar dapat menguat ketika data lebih baik dari perkiraan. (OL-3)
Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menyebut risiko serangan AS ke Iran tidak hanya berasal dari sentimen pasar tetapi juga dari potensi gangguan jalur energi dan perdagangan global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini (12/3/2026) melemah 0,34% ke level Rp16.906 per Dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved