Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kostratani Manajemen Pembangunan Pertanian di Kecamatan

Muhamad Fauzi
24/6/2020 06:55
Kostratani Manajemen Pembangunan Pertanian di Kecamatan
Ilustrasi(Istemewa)

KOMANDO Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) merupakan manajemen gerakan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. KostraTani merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menerapkan paradigma 4.0 dalam mengelola pertanian nasional melalui pendekatan teknologi informasi (IT) dan mekanisasi pertanian.

"KostraTani menjalankan lima peran utama yakni pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan," kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi pada focus group discussion (FGD) virtual bertajuk Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) di Jakarta dengan para penyuluh dari sejumlah daerah, Selasa (23/6).

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan pembangunan pertanian nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat tapi juga kewajiban pemerintah daerah. Wujudnya? Lima peran KostraTani bertumpu pada komitmen dan dukungan penyuluh pertanian di tingkat kecamatan sebagai locust pembangunan pertanian di bawah BPP untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern.

"KostraTani tempat kita berkumpul dengan cara-cara baru. Kita tinggalkan pola lama. Cara usang yang tidak cocok lagi digunakan untuk mengelola pertanian. Kita gunakan pendekatan teknologi 4.0 untuk menyatukan para petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia dengan Kementan di Jakarta. Kita hapus sekat pusat dan daerah," katanya didampingi Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah dan Kepala Pusluhtan BPPSDMP Leli Nuryati.

Dia menambahkan bahwa pengembangan KostraTani juga bertujuan meningkatkan kerjasama pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Yakni melalui Kostrada di tingkat kabupaten dan Kostrawil di tingkat provinsi di bawah kendali KostraTanas di Jakarta.

Koordinator Penyuluhan Pertanian Banyuwangi, Pongky melalui video conference Ngobras dari Banyuwangi menyatakan dukungan pada KostraTani, yang sejalan dengan pembangunan pertanian Banyuwangi.

"Pemkab Banyuwangi mengoptimalkan peran BPP seperti halnya KostraTani plus sebagai Klinik Petani dan Pusat Kemitraan. Tujuannya mencari solusi masalah di lapangan dan menggandeng mitra untuk petani dengan berbagai pihak terkait, realisasinya adalah pengembangan BPP sebagai destinasi wisata," kata Pongky di Banyuwangi pada kegiatan yang turut dihadiri Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan - Pusluhtan, I Wayan Ediana di Jakarta.

Dedi Nursyamsi juga menguraikan penguatan peran KostraTani terhadap 10 Program Utama Kementan mendukung petani dengan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR); pengembangan infrastruktur; alat mesin pertanian (Alsintan); Peningkatan Produksi Tanamam Pangan melalui Pengembangan Kawasan Berbasis Korporasi (Propaktani); Pengembangan Kawasan Hortikultura Berdaya Saing (Gedor Horti].

Program utama lain: Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas, Produksi, dan Daya Saing Perkebunan (Grasida); Peningkatan Populasi, Produktivitas, Mutu Ternak Potong dan Unggas (SiKomandan); Akselerasi Pemanfaatan Inovasi Teknologi dan Perbanyakan Produksi Benih dan Bibit Hasil Penelitian Badan Litbang Kementan; pengentasan daerah rentan dan rawan pangan melalui family farming atau Pekarangan Pangan Lestari (P2L); Pertanian Masuk Sekolah [PMS]; distribusi dan pengendalian harga bahan pokok; diversifikasi pangan lokal; penguatan layanan perkarantinaan dan akselerasi ekspor pada program Tiga Kali Lipat Ekspor (GratiEks).

Terkait pandemi Covid-19, Dedi Nursyamsi menyerukan agar wabah Corona jangan sampai menghalangi kinerja penyuluh pertanian selaku garda terdepan pembangunan sektor pertanian, maka patuhi Protokol Kesehatan.

"Kementan mengajak seluruh penyuluh dan petani untuk untuk tetap sehat di tengah pandemi Covid-19. Kalau sehat kita bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Bisa mendampingi petani genjot produksi,"  kata Dedi pada Ngobras edisi III dipandu Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan - Pusluhtan, Septalina Pradini selaku host. (OL-13)

Baca Juga: Mahfud Minta Penegak Hukum Setop Gantung Perkara



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya