Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Presiden: Ekonomi Indonesia Akan Sangat Berat

Andhika prasetyo
19/6/2020 19:17
Presiden: Ekonomi Indonesia Akan Sangat Berat
Presiden Joko Widodo(Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)

PRESIDEN Joko Widodo mengungkapkan kondisi perekonomian Indonesia pada kuartal kedua akan sangat berat. Pertumbuhan ekonomi diprediksi akan merosot hingga menyentuh titik negatif.

"Saya harus berbicara apa adanya. Di kuartal kedua ini kita akan minus mungkin sampai -3% atau 3,8%. Perkiraan kami seperti itu," ujar Presiden Jokowi kepada para purnawirawan TNI-Polri di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6).

Sedianya, bukan hanya Indonesia yang mengalami kemerosotan karena pandemi covid-19 . Berdasarkan data Bank Dunia, Dana Moneter Internasional dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, pertumbuhan ekonomi berbagai negara di dunia juga akan melemah sangat drastis.

"Perkiraan pertama, mereka menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan turun kurang lebih -2,5%. Tetapi terakhir, dua hari lalu, OECD menyampaikan bahwa bisa turun sampai 6%. Bahkan nanti di Eropa, pada kuartal kedua ini bisa sampai -17% karena lockdown terlalu lama," ungkap presiden.

Untuk pertumbuhan secara tahunan, lembaga-lembaga dunia itu memprediksi ekonomi di negara-negara Eropa akan merosot sampai -12%.

Sementara, Australia diprediksi merosot sampai -6,8%, Jepang -5,2%, Amerika Serikat -6,6%, Malaysia -3,5% dan Singapura -5%.

"Kita alhamdulillah dikategorikan berada pada pertumbuhan positif. Seperti Bank Dunia menyampaikan bahwa nanti di G20 itu yang positif hanya tiga negara, China +1,9% India +1,2%, Indonesia +0,5%. Tetapi dari penghitungan terakhir mereka menyampaikan mungkin semuanya bisa minus. Tapi memang perkembangan ini dinamis dan selalu berubah setiap minggu, setiap bulan," paparnya.

Lebih jauh, Presiden menjelaskan bahwa kondisi yang terjadi saat ini lebih berat dari kondisi ketika krisis ekonomi 1998.

Pada 1998, yang terdampak parah hanyalah sektor perbankan dan konglomerat besar. Tetapi saat ini semua sektor turut terdampak.

"Sekarang semuanya terdampak karena produksi terkena, suplai terkena, demand terkena, usaha mikro terkena, usaha kecil terkena, usaha menengah terkena, usaha besar terkena," sambungnya.

Tentu pemerintah tidak tinggal diam melihat situasi sekarang. Berbagai stimulus bantuan sosial dan insentif bagi pelaku usaha sudah diberikan.

"Alhamdulillah dari apa yang saya tangkap, saya dengarkan ya mereka berat tetapi mereka menyadari bahwa ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi terjadi di 215 negara di dunia," tandasnya.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya