Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKANAN jual masih menerpa saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi tadi.
Pasar masih mencerna pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir yang mengatakan kemungkinan tahun depan setoran dividen dari BUMN akan terpangkas 75%.
Pernyataan itu memberikan sentimen negatif karena pasar berspekulasi BUMN akan mengalami pemburukan dan tidak akan membagikan dividen dengan ratio yang biasa seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi pada tahun ini BUMN cukup royal memberikan dividen.
Akibatnya, seluruh 20 saham BUMN yang diperdagangkan di lantai bursa kemarin mengalami kemerosotan, bahkan beberapa saham mengalami auto reject bawah (ARB) turun mendekati 7% yakni Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Tabungan Negara (BBTN).
Selain sentimen negatif pernyataan Menteri Erick, pelaku pasar juga mencermati perkembangan bank jangkar. Apalagi salah satu bank BUMN yakni BNI memberikan pernyataan telah memberikan asistensi terhadap Bank Bukopin (BBKP) yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk melakukan Rights Issue.
Pasar mempersepsikan adanya peluang merger dan akuisisi seiring asistensi itu.
Emiten BUMN berkapitalisasi besar yakni PT Telkom juga tertempa sentimen negatif karena terseret sentimen negatif PT PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (Tele) yang sahamnya disuspensi bursa. Telkom memiliki saham Tele melalui anak usahanya PT PINS Indonesia.
Sentimen negatif pada perdagangan Rabu (10/6) masih terbawa pada perdagangan pagi tadi.
Pada lima menit pertama, saham BBNI dan BMRI sempat menyentuh batas jual bawah atau auto reject bawah(ARB). Saham BBNI turun hingga level 4.210 dan BMRI 4.570 dan bertahan beberapa menit. Saham BBTN juga sempat menyentuh batas bawah Rp1.015 namun segera bergerak naik hingga akhirnya sempat menyentuh level positif di 1.120 pada setengah jam perdagangan.
Adapun saham BBNI dan BMRI berdasarkan perdagangan pada 10.30 berada pada level Rp4.210 dan Rp4.570 per lembar saham.
Hanya saham BBRI yang memberikan gain dari harga penutupan kemarin. BBRI diperdagangkan pada level Rp3.050 atau lebih tinggi Rp20 dibandingkan penutupan kemarin.
Untuk emiten BUMN sektor komoditas atau pertambangan, tekanan jual juga terjadi. Namun tidak separah pada sektor keuangan.
Saham PT Bukit Saham Tbk (PTBA) tidak bisa lepas dari tekanan penurunan harga meskipun emiten BUMN Tambang itu baru saja mengumumkan pemberian dividen jumbo sebesar 90% dari laba 2019 atau sekitar Rp316 per lembar saham. Saham PTBA kini diperdagangkan bergerak di level Rp2.010 hingga Rp2.380 pada perdagangan sesi pertam ini. Masih di bawah harga perdagangan kemarin yang sempat menyentuh level Rp2.480 per lembar saham
Senada, emiten PT Timah Tbk (TINS) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menggelar RUPS hari ini belum berhasil melepaskan jerat dari tekanan terhadap harga sahammya di level Rp590 hingga Rp610.
Saham sektor BUMN konstruksi juga masih terkoreksi sekitar Rp15 hingga Rp25 dari posisi kemarin. Saham Adhi Karya Tbk (ADHI) tercatat melemah di Rp625, PT PP Tbk Rp870, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) Rp715 dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)Rp1.270.
Kesuksesan penormalan baru yang ditandai dengan tidak terjadinya lonjakan pasien covid-19 akan menjadi pendorong bagi pulihnya kembali saham-saham BUMN. Apalagi bila perekonomian bisa berjalan mendekati level sebelum krisis, pasar akan memiliki keyakinan bahwa BUMN akan tahan menghadapi dampak krisis akibat pandemi covid-19. (E-1)
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan tertahan di area resistance 8.300 pada perdagangan pasca libur Imlek.
MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeklaim kondisi pasar keuangan nasional berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan.
IHSG hari ini ditutup melemah 0,31% akibat profit taking jelang libur Imlek. Simak analisis pasar terkait outlook Moody's dan agenda ekonomi Presiden Prabowo.
IHSG dibuka menguat 26,27 poin ke level 8.317 pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Simak analisis pendorong pasar dan proyeksi rentang gerak hari ini.
IHSG hari ini ditutup menguat signifikan ke level 8.290,96 didorong sektor energi. Simak analisis pasar, kurs Rupiah, dan proyeksi IHSG untuk esok hari.
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Dugaan pemerasan berkedok wartawan menyerang BUMN dan perusahaan swasta dengan tuduhan laporan keuangan fiktif. Modus ancaman dan intimidasi terungkap.
Kuasa hukum Kerry Riza mempertanyakan tuntutan 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp13,4 triliun dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan alasan pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) baru untuk mengelola lahan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.
DI tengah melimpahnya sumber daya alam Kalimantan Timur, ironi justru mencuat dari wajah sosial masyarakatnya.
Saksi mahkota Kerry Adrianto Riza mengungkap Pertamina memperoleh manfaat hingga Rp 17 triliun dari penyewaan Terminal BBM OTM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved