Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memutuskan untuk memperpanjang masa penyaluran bantuan sosial (bansos) hingga Desember mendatang. Hanya saja, nominal bantuan pada masa perpanjangan nanti tidak akan sebesar besaran bantuan pada tahap perdana.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan mulai Juli hingga Desember nilai manfaat bantuan sosial baik untuk kawasan Jabodetabek dan non-Jabodetabek akan diturunkan dari Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu per kepala keluarga per bulan.
Adapun, untuk bantuan langsung tunai yang diaplikasikan melalui dana desa akan diperpanjang hingga September dengan nominal yang juga diturunkan dari Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu per kepala keluarga per bulan.
Perempuan yang akrab disapa Ani itu mengatakan, penyaluran bansos pada masa perpanjangan akan dilaksanakan dengan cara transfer tunai.
"Jadi nanti akan ditransfer ke nama dan akun mereka sesuai dengan data di Kementerian Sosial atau pemerintah daerah," ujar Ani usai mengikuti rapat terbatas, Rabu (3/6).
Baca juga: Penyaluran Bansos PKH pada Mei Capai 100%
Secara total, bantuan sosial yang diberikan pemerintah hingga Desember mendatang akan mencapai Rp178,9 triliun. Jumlah tersebut belum termasuk bantuan berupa bantuan logistik untuk Perum Bulog yang melaksanakan belanja bahan pangan untuk disalurkan kepada masyarakat.
Jika dikalkulasi secara menyeluruh, total anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk mendorong daya beli masyarakat mencapai Rp203,9 triliun.
Dari data yang diperoleh Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, sebagian besar penerima bansos adalah petani, peternak dan pekebun dengan total 18,4 juta kepala keluarga.
Disusul pedagang dan pekerja sektor swasta sebanyak 4,2 juta kepala keluarga, pekerja bangunan 3,4 juta kepala keluarga, pekerja pabrik 3,3 juta kepala keluarga, sopir dan pekerja komunikasi 1,3 juta kepala keluarga, nelayan sebanyak 900 ribu kepala keluarga.
"Itu sudah mencakup 40% dari total penduduk. Pemerintah berharap, penambahan masa penyaluran bansos bisa menopang daya beli masyarakat yang merosot karena terdampak covid-19 atau pemutusan hubungan kerja," tuturnya.
Sebelumnya, bansos kepada masyarakat golongan miskin hanya akan diberikan selama tiga bulan, terhitung sejak April hingga Juni.(OL-5)
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Dukungan sosial yang komprehensif sangat penting untuk pemulihan jangka panjang para penyintas bencana.
Jaya Negara juga menjelaskan, keterlambatan penyaluran bantuan disebabkan oleh proses verifikasi yang harus dilakukan secara teliti oleh tim BPBD Denpasar bersama Inspektorat.
Badan Amil Zakat Nasional melalui program Bank Makanan telah mendistribusikan 6.000 porsi Sajian Berkah Bergizi untuk para penyintas bencana tanah longsor Banjarnegara, Jawa Tengah.
Untuk memastikan bantuan sosial (bansos) Kemensos tersalurkan secara tepat sasaran, pemerintah menggunakan indikator penting bernama Desil Kesejahteraan Keluarga
Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) 2025 sebagai upaya meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.
Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat gejala menarik sepanjang 2025: sekitar 50 ribu keluarga secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bantuan sosial (bansos)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved