Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA penanganan covid-19 dan dampak yang ditimbulkan di Tanah Air memaksa pemerintah untuk mengubah postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.
Hal tersebut jelas menimbulkan implikasi pada meningkatnya defisit APBN.
Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo, dalam rapat terbatas, Rabu (3/6), meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melakukan kalkulasi secara lebih cermat, lebih detil dan lebih matang terhadap berbagai resiko fiskal ke depan.
"Saya ingin tekankan lagi agar perubahan postur APBN betul-betul dilakukan secara hati-hati dan transparan, akuntabel sehingga APBN 2020 bisa dijaga, bisa dipercaya dan tetap kredibel," ujar Jokowi.
Baca juga: Covid-19 Berdampak pada Kerja Sama Ekonomi RI-Tiongkok
Sebelumnya, Menteri Keuangan menyebut outlook defisit APBN 2020 mencapai 6,27% dari Produk Domestik Bruto atau setara Rp1.028,5 triliun. Kemudian outlook tersebut diperlebar kembali menjadi 6,34% terhadap PDB atau setara Rp1.039,2 triliun.
Dengan pelebaran defisit sebesar itu, pemerintah harus mengubah postur APBN 2020 yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2020. Sebelumnya, defisit APBN 2020 ditetapkan sebesar 5,07%.
Sri Mulyani mengatakan tambahan anggaran pemulihan ekonomi di tengah pandemi membuat belanja negara kian membengkak.
"APBN akan mengalami defisit Rp1.028,5 triliun atau 6,27% dalam rangka menalangi dan mendorong ekonomi agar tetap bertahan dalam menghadapi tekanan covid-19 dan diharapkan bisa pulih kembali," ungkapnya dalam konferensi video, Senin (18/5).
Sri Mulyani menjelaskan dengan rinci pendapatan negara di tahun ini diperkirakan menurun menjadi Rp1.691,6 triliun. Penerimaan perpajakan juga diproyeksikan akan turun menjadi hanya Rp1.404,5 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga turun menjadi Rp286,6 triliun.
Sementara itu, belanja negara tercatat meningkat menjadi Rp2.720,1 triliun dari sebelumnya hanya Rp2.613,8 triliun. Dari jumlah tersebut, belanja pemerintah menjadi Rp1.959,4 triliun. Namun, transfer ke daerah dan dana desa turun menjadi Rp760,7 triliun dari sebelumnya Rp762,2 triliun. (Des/A-2)
Realisasi belanja negara hingga akhir November 2025 masih berada di bawah target yang ditetapkan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ketersediaan dana untuk penanganan bencana setelah melakukan penyisiran anggaran negara yang mencapai Rp60 triliun.
Pakar UGM Zaenur Rohman mengatakan, pemerintah mesti lebih dulu memastikan kelayakan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya sebelum akhirnya dieksekusi.
Sebelumnya pada Senin, Presiden Donald Trump mengatakan kegagalan pemungutan suara lainnya dapat memicu PHK di kalangan pegawai federal.
mendesak agar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dibubarkan karena dianggap tidak memiliki fungsi yang jelas dan manfaat yang dirasakan masyarakat
Anggota DPR RI Rio Alexander Jeremia Dondokambey, mengingatkan pemerintah agar setiap anggaran negara dikelola secara transparan, akuntabel, dan melalui pembahasan bersama DPR.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved