Sabtu 30 Mei 2020, 17:30 WIB

Kadin Optimistis Normal Baru Bakal Tingkatkan Kegiatan Ekonomi

Hilda Julaika | Ekonomi
Kadin Optimistis Normal Baru Bakal Tingkatkan Kegiatan Ekonomi

MI/Andri Widiyanto
Keramaian di kawasan Johar Baru, Jakarta.

 

PEMERINTAH telah menyoroti dilakukannya new normal (kenormalan yang baru) di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia. Sejumlah sektor ekonomi sudah menyiapkan pedoman hidup berdampingan dengan Covid-19 ini.

Menanggapi persiapan menuju new normal ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan optimismenya. Menurut Wakil Ketua Umum Kadin, Shinta Kamdani, transisi new normal ini bisa meningkatkan kegiatan ekonomi dibandingkan kondisi ekonomi pada 1-2 bulan terakhir.

Baca juga: Ke Pasar Mitra Tani Maluku, Mentan SYL Jamin Pasokan Pangan Aman

“Kami optimistis transisi ke new normal akan meningkatkan kegiatan ekonomi dibanding 1-2 bulan terakhir. Ini yang terefleksi pada pasar saham dan nilai tukar,” ujarnya kepada Media Indonesia, Sabtu (30/5) siang.

Lebih lanjut, Shinta menjelaskan, new normal secara nasional bila sukses diberlakukan akan meningkatkan kegiatan ekonomi dalam jangka pendek. Dalam beberapa pekan pertama new normal, peningkatan ekonomi diprediksi akan pulih secara bertahap. Sesuai dengan transisi relaksasi pembatasan pergerakan orang dan mekanisme kontrol terhadap pandeminya.

“Selanjutnya dalam 1-2 bulan pasca new normal selesai, kita bisa lihat kinerja ekonomi secara bertahap pulih lebih tergantung kondisi pasar global & confidence investor terhadap iklim usaha nasional. Karena itu kita tetap harus bekerja keras untuk memperbaiki iklim usaha nasional agar pemulihan ekonomi nasional bisa terjadi dengan lebih solid dan lebih cepat pada new normal,” paparnya.

Namun, ia pun menggarisbawahi pemulihan ekonomi hingga ke level normal seperti sebelum krisis pandemi ini terjadi memang membutuhkan waktu yang lebih lambat. Hal ini sangat bergantung pada bagaimana pemulihan confidence pasar untuk melakukan kegiatan ekonomi/konsumsi non-esensial/non-primer dan bagaimana confidence investor untuk melakukan kegiatan investasi di Indonesia pasca new normal akan terjadi.

Apabila kedua faktor ini memiliki level confidence yang lemah di level global dan nasional untuk waktu yang relatif lama, misalnya lebih dari 1 tahun. Maka kondisi ekonomi nasional kemungkinan tidak akan pulih 100% ke level sebelum pandemi.

Baca juga: 89 Proyek Penggerak Ekonomi

Ini yang terjadi dengan Tiongkok saat ini ketika sudah menerapkan new normal sehingga kemungkinan besar menurutnya Indonesia akan mengalami hal yang sama.

“Karena damage (kerusakan) ekonomi yang terjadi sepanjang pandemi ini cukup besar di Indonesia, kita akan butuh waktu relatif lama untuk recover/rebound hingga ke level kinerja ekonomi sebelum pandemi. Paling cepat akan butuh waktu 1 tahun atau bisa lebih lama,” pungkasnya. (OL-6)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Inspired Parfum Lokal ini Klaim Pertama Raih Sertifikat BPOM

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 05:00 WIB
Farah parfum merupakan brand lokal Jakarta yang lahir pada 2017 dan menjadi yang pertama memiliki sertifikat...
Dok. Petrokimia Gresik

Petrokimia Gresik Raih Platinum Rank di ASRRAT 2022

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 02 Desember 2022, 23:21 WIB
Penguatan transparansi itu menjadikan hasil penilaian di ajang ASRRAT meningkat dari Gold Rank menjadi Platinum Rank yang merupakan level...
Dok.SIG

SIG Raih Penghargaan Top Sustainable Development Goals pada Ajang Top SDGs Award 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 22:23 WIB
SIG telah menetapkan tiga pilar sebagai prioritas keberlanjutan Perseroan sebagai kerangka dan acuan strategi perusahaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya