Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BEREDAR skenario pemulihan ekonomi pascapandemi covid-19 yang dikeluarkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Skenario ini mengundang kritik dari beberapa pihak yang pembuatannya dinilai terlalu cepat. Mengingat penyebaran kasus covid-19 di Indonesia masih tinggi.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menegaskan skenario ini dibuat untuk menyiapkan pemulihan ekonomi nasional di masa mendatang. Akan tetapi, tidak akan dilakukan tanpa perhitungan yang matang.
Baca juga: Selamatkan Usaha Rakyat, Pemerintah Terbitkan Aturan Khusus
Presiden Joko Widodo, lanjut dia, menginstruksikan pemulihan ekonomi mengacu pada kurva penurunan kasus covid-19. “Bapak Presiden Jokowi menentukan ini basisnya data. Kalau lihat kurvanya sudah menurun dan sudah terkonfirmasi, maka nanti bisa mulai dipertimbangkan aktivitas ekonomi,” ujar Ani, sapaan akrabnya, dalam seminar virtual, Rabu (13/5).
“Ini di luar mikirnya sudah gimana. Padahal Presiden (menekankan) lihat kurva menurun,” imbuhnya.
Selain itu, Kepala Negara juga mengingatkan untuk mempercepat rapid test di tengah masyarakat. Ketika tes covid-19 diperbanyak, muncul confidence terhadap kurva. Termasuk, masyarakat dituntut keras untuk melakukan physical distancing.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia mengatakan pemerintah berupaya agar data tes covid-19 terekam dengan baik. Para kepala daerah pun diminta untuk berpartisipasi dalam upaya penanganan covid-19.
Baca juga: ADB: Melambat Akibat Covid-19, Ekonomi Indonesia mulai Pulih 2021
“Makanya Presiden bilang tesnya harus diperbanyak, supaya bisa confidence mengenai kurva. Kita melakukan ini untuk ke depan. Dengan setiap daerah juga kepemimpinan gubernurnya, bupatinya dan wali kotanya sangat diharapkan,” papar Ani.
Ketika tes covid-19 diperbanyak dan masyarakat disiplin melakukan physical distancing,aktivitas ekonomi bisa kembali seperti keadaan normal. Itu dengan catatan kurva kasus covid-19 menurun.
“Para menteri sudah mikir akan bagaimana new normal life setelah pandemi. Artinya, kita harus berpikir ke depan. Tapi bukan berarti kita melakukan hal-hal itu secara ngawur. Kita bertanggung jawab ke rakyat. Semua masyarakat harus dijaga kepentingannya,” tandasnya.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved