Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SAHAM-SAHAM di Wall Street berakhir beragam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), di tengah kekhawatiran investor terhadap pembukaan kembali ekonomi di tengah ketidakpastian dari pandemi covid19.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 109,33 poin atau 0,45%, menjadi ditutup pada 24.221,99 poin. Indeks S&P 500 naik 0,39 poin atau 0,01%, menjadi berakhir di 2.930,19 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 71,02 poin atau 0,78%, menjadi 9.192,34 poin.
Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor keuangan dan energi masing-masing turun 1,94% dan 1,69%, memimpin kerugian sektoral. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan dan teknologi masing-masing naik 1,67% dan 0,7%, memimpin keuntungan.
Baca juga: Dolar Menguat karena Investor Pilih Safe Haven
Hasil akhir yang campur aduk datang ketika semakin banyak negara bagian AS mulai mengurangi pembatasan pada bisnis yang mengkhawatirkan sebagian investor akan memicu gelombang kedua infeksi covid-19.
"Investor akan tertarik untuk melihat apakah ekonomi dapat dibuka kembali secara berkelanjutan tanpa ancaman gelombang kedua yang signifikan dari kasus virus korona baru, terutama karena beberapa negara bagian, yang sudah mulai dibuka kembali, telah melaporkan kemunduran," kata Chief Investment Officer UBS Global Wealth Management Mark Haefele kata dalam sebuah catatan.
Pada Senin (11/5) sore, lebih dari 1,34 juta kasus covid-19 yang telah dikonfirmasi dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 80.000 kematian, menurut Pusat Sains dan TeknikSistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins.
Untuk pekan yang berakhir 8 Mei, indeks Dow naik 2,6%, S&P 500 naik 3,5%, dan Nasdaq naik 6,0%. (A-2)
Memasuki awal 2026, lanskap ekonomi global menunjukkan tanda-tanda stabilisasi yang lebih nyata dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
IHSG hari ini 22 Januari 2026 dibuka menguat 0,46% ke level 9.052,17. Simak data pembukaan pasar, sentimen global Trump-Greenland, dan kurs Rupiah.
Bursa kembali memperketat pengawasan pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), sebanyak enam saham emiten resmi masuk daftar papan pemantauan khusus
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved