Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah merebaknya virus korona (covid-19), PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berkomitmen tetap hadir di tengah masyarakat untuk saling mendukung dalam menanggulangi dan mencegah penyebaran virus ini.
Hal itu pun diimplementasikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bakti BCA.
Berkolaborasi dengan platform Benihbaik.com, BCA menyalurkan donasi bantuan berupa kebutuhan alat-alat medis untuk menolong para korban covid-19 serta melindungi para petugas medis sebagai garda terdepan yang telah ikhlas meninggalkan keluarga, mempertaruhkan nyawa demi memperjuangkan kehidupan para pasien positif covid-19.
“Dalam situasi penuh keprihatinan, kejadian luar biasa akibat penyebaran covid-19 saat ini, BCA konsisten mendukung pemerintah dalam menanggulangi bersama bencana pandemi ini. Selain memastikan kebutuhan transaksi nasabah berjalan normal, BCA juga berempati mendalam kepada para korban dan petugas medis yang saat ini tengah berjuang melawan pandemi covid-19," ungkap Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dilansir dari keterangan, Selasa (24/03).
"Oleh sebab itu, bersama dengan Benihbaik.com dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, di tengah keterbatasan ketersediaan peralatan medis di pasar saat ini, BCA memutuskan turut mendukung ketersediaan peralatan perawatan yang dibutuhkan para pasien dan tenaga kesehatan yang saat ini sedang berjuang keras sebagai garda terdepan,” lanjutnya.
Baca juga: BUMN Bakal Bantu Pengadaan APD Medis
Lebih lanjut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 sendiri merupakan lembaga yang dibentuk dibawah Komando Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencan (BNPB), Letnan Jendral TNI Doni Monardo. Adapun bantuan alat medis untuk tenaga kesehatan meliputi sejumlah Alat Pelindung Diri (APD), Rapid Diagnostic Test, Reagen PCR, Virus Transfer Media, Nasal Swab Dacron, dan Ventilator.
“Kami melihat bahwa alat-alat medis mengalami kelangkaan dan harga yang melonjak tajam, sehingga sulit untuk dijangkau. Hal ini menggerakkan kami untuk hadir di sisi masyarakat, berkontribusi dalam penanggulangan bencana pandemi covid-19," tambah Jahja.
Menurutnya, ke depan BCA siap untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Rumah Sakit rujukan pemerintah untuk menangani pandemi covid-19 dalam jumlah lebih besar untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban maupun bagi tenaga medis yang saat ini berjuang keras menanggulangi covid-19.
"Segenap manajemen dan keluarga BCA berharap, bantuan ini dapat memberikan semangat kebersamaan bagi pasien dan petugas kesehatan untuk tetap berjuang melawan pandemi ini. Kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan para korban agar segera pulih kembali serta tenaga medis yang bekerja siang malam merawat pasien agar senantiasa sehat,” tutupnya. (A-2)
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved