Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PROFESIONAL muda dari generasi milenial kini mulai banyak memilih tinggal dekat pusat kota agar mudah menjangkau area beraktivitasnya, baik untuk bekerja atau sekedar nongkrong bersama rekan.
Namun, harga sewa yang tinggi untuk hunian vertikal di area strategis ibu kota kerap menjadi halangan bagi generasi milenial. Salah satu cara mengatasinya ialah dengan berbagai tempat tinggal (coliving).
Makin diminatinya coliving di Indonesia pun mendorong Flokq, penyedia Coliving space untuk terus ekspansi membangun ekosistem coliving yang ramah dengan kantong generasi milenial. Tak tanggung-tanggung, CEO dan Founder Flokq Anand Janardhanan menargetkan pihaknya bisa mengelola 3.000 tempat tidur tahun ini.
Anand menjelaskan, layanan berbasis aplikasi yang dibuatnya meliputi pencarian kriteria hunian seperti keterjangkauan, fleksibilitas, kenyamanan, komunitas, bahkan teman sekamar (flatmates) dengan minat dan gaya hidup yang sama.
"Kami melihat permasalahan bahwa mengeluarkan puluhan juta rupiah hanya untuk tinggal di apartmen selama beberapa bulan tampaknya tidak begitu adil. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan ini dan terjun langsung untuk mengatasi stereotypes dari kehidupan bersama,” kata Anand.
Baca juga : BRI Pancoran Siap Kolaborasi dengan Pengembang Pacu Segmen Kredit
Dengan konsep Coliving, Anand memastikan harga yang harus dibayar Flokqers pun jadi terjangkau. Ia mencontohkan, bila sebuah unit apartemen di Senopati, Jakarta Selatan harus ditebus dengan biaya sewa hingga Ro17 juta per bulan, lewat Flokq hanya membutuhkan sekitar Rp7,5 juta per bulan.
"Bahkan di lokasi premium lainnya, kami bisa menawarkan sampai Rp3,6 juta per bulan. Semua itu tanpa biaya tambahan, sudah termasuk biaya utilitas dan juga perawatan unit apartemen," ujar Anand.
Sebelum bisa menjadi unit yang dikelola oleh Flokq, Anand memastikan pihaknya melakukan verifikasi secara ketat untuk menjamin kenyamanan pengguna. Menurutnya, Flokq tidak akan mengelola unit apartemen yang dirasa tidak bisa ditinggali secara nyaman.
Bukan hanya itu, perkara teman sekamar (flatmates) pun diperhatikan oleh Flokq. Pengguna bisa menjalani proses pencocokan untuk menemukan flatmates sesuai kebutuhan masing-masing.
“Kami tahu bahwa setiap anggota memiliki pandangan yang berbeda mengenai keleluasaan pribadi. Meskipun harus berbagi dapur atau ruang tengah, setiap anggota punya kamar tidur pribadi,” tutur Anand.
Terkait wabah korona Covid-19 yang kini merebak, Anand memastikan pihaknya telah menerapkan standar kesehatan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia pun mengimbau pada komunitas Flokqers untuk menerapkan social distancing mencegah penularan Covid-19. (RO/OL-7)
Peluncuran rumah contoh menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung wujud hunian yang ditawarkan.
Cushman & Wakefield memprediksi bahwa sektor properti akan mengalami penguatan yang berkelanjutan pada 2026. Sinar Mas Land menghadirkan program National Sales bertajuk Royal Key.
Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menyebutkan akses terhadap infrastruktur transportasi massal menjadi pendorong kenaikan harga dan minat beli properti residensial.
Kemenangan CitraLand City CPI di level Asia Pacific Region menempatkan proyek ini sejajar dengan pengembangan properti kelas dunia dari negara-negara maju.
DAMARA Estate Jimbaran Hijau, pengembangan hunian premium oleh Greenwoods Group bekerja sama dengan Jimbaran Hijau, secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Banyan Group.
Pertama kalinya sejak 1978, rumah legendaris keluarga Banks dari serial 'The Fresh Prince of Bel-Air' resmi masuk bursa properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved