Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN ekonomi global hingga kini belum menunjukkan perbaikan. Perekonomian Indonesia sendiri saat ini dalam kondisi beresiko tinggi dalam menghadapi efek dari perlambatan ekonomi global. Belum lagi bencana virus Corona (Covid-19) menambah pekerjaan rumah hampir disemua lini bisnis.
Meski demikian, Industri perbankan di Indonesia masih optimistis ditengah badai yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Salah satunya bank plat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), yang terus memacu pertumbuhan bisnisnya.
Pimpinan Cabang BRI Pancoran, Andika Sibarani menargetkan pertumbuhan seluruh segmen kredit pada 2020 mencapai sekitar Rp1 triliun atau naik Rp131 miliar dibandingkan tahun lalu. Portofolio kredit sejauh ini di dominasi oleh segmen kredit consumer mencapai 74 Persen dari total kredit.
"Selama kurun 2019, kredit consumer tumbuh sebesar Rp106 miliar sehingga target pertumbuhan kredit di tahun 2020 sebesar Rp131 miliar dapat dicapai ,” paparnya dalam keterangan tertulis.
Sibarani menambahkan, bahwa Pertumbuhan kredit konsumer yang diraih namun pertumbuhan NPL cukup rendah , “Dimana NPL nya sendiri pada per Desember 2019 hanya 1,53 persen,” pungkasnya.
Andika menjelaskan, strategi yang dilakukan BRI Cabang Pancoran dalam mencapai target tersebut yakni dengan melakukan perjanjian kerja sama dengan sejumlah pengembang atau developer, sales weekend banking, open booth dengan developer di titik lokasi potensial, joint promo dengan developer, marketing komunikasi digital melalui media online , serta pelayanan KPR kepada karyawan dari Nasabah Inti Kerja sama.
Baca Juga: Cegah Covid-19, Pegadaian Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Andika Sibarani, memaparken hingga saat ini pihaknya telah banyak bekerjasama terhadap proyek-proyek properti yang dikembangkan sejumlah developer seperti Metropolitan Land; PT Dinamika Alam Sejahtera (DAS), pengembang Grand Depok City (GDC); PT Megapolitan Development Tbk pengembang Megapolitan Cinere; dan Diamond Citra propertindo pengembang Dave Apartemen dan Apple Residence,
“jadi kerjasama yang telah dilakukan BRI Cabang Pancoran ini sudah banyak, termasuk kerjasama yang PKS-nya (perjanjian kerja sama) dibuat oleh kantor pusat Bank BRI Persero dengan pengembang (Developer) maupun PKS yang di inisiasi oleh kantor wilayah,”jelasnya.
Andika nenegaskan, Bank BRI Cabang Pancoran sangat terbuka bagi para pengembang yang akan mengembangkan proyek hunian baru baik landed house maupun apartemen untuk bekerjasama.
“Sesuai dengan Pipe line Bank BRI Cabang Pancoran, sumber ekspansi fokus utamanya adalah developer (rumah inden). Kita usahakan developer yang masih dalam tahap penjualan dan akan mengembangkan proyek hunian baru, pasti kita akan bantu,” paparnya.
Pertimbangan utama PKS adalah lokasi diproyeksikan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pemukiman serta kredibilitas/pengalaman pengembang dalam mengerjakan proyek-proyek sebelumnya.
Andika memprediksi, ekspansi KPR dan KPA untuk proyek hunian baru akan meningkat tajam ditengah gairah industry properti yang sedang berkembang di tengah kelesuan.
BRI menawarkan bunga yang kompetitif yakni 8,75 fixed 5 tahun, 8,25 fixed 2 tahun, 7,60 fixed 2 tahun, serta 7,15 fixed 1 tahun. (RO/OL-7)
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved