Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Jatuhnya harga minyak dunia akibat perang harga antara Rusia dan Arab Saudi menjadi faktor baru yang mendapat perhatian pemerintah setelah virus korona dan runtuhnya harga saham di Bursa Efek Indonesia.
Penurunan harga minyak yang mencapai level US$30-an per barel membawa konsekuensi besar bagi pemerintah. Pertama adalah dampak negatif pada penerimaan negara karena berarti devisa penjualan hasil minyak mentah Indonesia lebih sedikit.
Kedua, memberi peluang bagi pemerintah untuk menurunkan harga BBM sebagai bagian dari stimulus yang diperlukan untuk mempertahankan daya beli masyarakat yang tergerus akibat peningkatan harga barang-barang akibat virus korona.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai anjloknya harga minyak dunia harus dicermati baik-baik. Namun tidak perlu direspon dengan kebijakan yang terburu-buru.
"Tadi saya juga bilang di Istana, harga (minyak) ini kita mesti cermati baik-baik, tidak boleh juga buru-buru karena yang kena bukan Indonesia saja tapi dunia kena sekarang,"katanya ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi Jakarta, Senin (9/3).
Ekonomi Global Melemah, Jokowi : Kalkulasi Risiko Lebih Detail
Saat ditanya apakah pemerintah perlu memberi kebijakan untuk menurunkan harga bahan bakar minyak menyusul anjloknya harga minyak dunia, Luhut
mengaku hal tersebut tidak bisa diputuskan begitu saja. "Ya nanti, pelanlah. Baru satu hari kan. Ini kan hanya perkelahian antara Rusia dan Saudi. Jadi ndak boleh buru-buru. Lihat yang begini ini mesti cermat," ujarnya.
Sebelumnya, harga minyak dunia turun signifikan lebih dari 20% dimana minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate(WTI)
dan Brent Oil masing-masing turun ke level US$32,4 per barel atau turun 21,5% dan US$35,31 per barel terkoreksi 22%.
Anjloknya harga minyak dunia itu terjadi setelah Rusia menolak turut serta dalam pemotongan produksi yang diikuti dengan penurunan harga jual oleh Saudi Arabia.
Rusia menolak keras usulan pengurangan produksi curam OPEC untuk menstabilkan harga karena wabah Virus Corona memperlambat ekonomi global dan mengganggu permintaan energi. (Ant/E-1)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
HARGA minyak dunia sempat anjlok tajam di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan perang bisa segera berakhir.
Bursa Asia rontok setelah IRGC ancam harga minyak tembus US$200. Nikkei dan KOSPI anjlok di atas 7% akibat kekhawatiran inflasi global pasca serangan AS-Israel ke Iran.
Harga minyak dunia melonjak tajam pada Jumat setelah meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat konflik Timur Tengah.
KEPALA Ekonom Josua Pardede menilai penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz berpotensi menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat lonjakan harga minyak
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Indeks saham Asia-Pasifik jatuh di tengah eskalasi perang AS-Israel dengan Iran. Penutupan Selat Hormuz picu kekhawatiran krisis energi global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved