Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH pembangunan perumahan di Indonesia dinilai masih tertinggal dibanding peningkatan angka masyarakat usia produktif. Karena itu, Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, meminta para pengembang bisa memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat.
“Jumlah keluarga makin banyak, (sementara) pembangunan rumahnya kalah cepat," kata Ma'ruf saat menerima Dewan Pengurus Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) di Kantor Wapres Jakarta, Senin (6/1).
Baca juga: Puan: Seluruh Kementerian Harus Satu Suara Soal Natuna
Saat ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) persentase keluarga yang memiliki rumah mengalami penurunan dari sebelumnya 82,63% pada 2015 menjadi 80,02% pada 2018.
“Penurunan tersebut menunjukkan jumlah masyarakat yang memerlukan rumah semakin tinggi,” kata Ma'ruf.
Ma’ruf menambahkan, pemerintah memprediksi jumlah masyarakat yang memerlukan tempat tinggal akan terus meningkat hingga 2030. Apalagi pada tahun tersebut Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar daripada penduduk usia tidak produktif.
“Artinya, yang memerlukan rumah itu bertambah. Oleh karena itu, semangat program membangun rumah harus terus ditingkatkan," katanya.
Kepada pengurus REI, Wapres berharap para pengembang bisa terus mendukung upaya Pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah (MBR). Wapres juga mengapresiasi keberhasilan Program Sejuta Rumah yang sudah mencapai target membangun rumah, baik untuk MBR dan non-MBR. Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, sebanyak 1.257.852 unit rumah telah berhasil dibangun per 31 Desember 2019, dengan rincian 945.161 unit di antaranya untuk MBR dan 312.691 unit untuk non-MBR. (OL-6)
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
The HUD Institute meninjau perencanaan kota mandiri di tengah dorongan pembangunan perumahan dan menyoroti pentingnya integrasi tata ruang regional.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Kita harus memastikan rumah yang dibangun aman dan berkelanjutan.
Backlog kepemilikan rumah mencapai 9,87 juta unit. Beberapa sumber lain bahkan menyebutkan angka hingga 10,9 juta atau 15 juta unit,
Wapres Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke IKN Kalimantan Timur meninjau fasilitas pendidikan dan pasar, masyarakat antusiasi berfoto dengan Gibran di IKN
Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini disambut hangat oleh warga, para pelancong, hingga pengemudi ojek daring (online) yang berada di area stasiun.
WAKIL Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menjanjikan pemerintah pusat akan mempercepat pemulihan infrastruktur di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, pascabanjir dan longsor.
Gibran bertolak dari Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (4/12) sekitar pukul 05.00 WIB menuju Bandara Internasional Minangkabau, Sumatra Barat.
SAAT mengunjungi Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Cirebon, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menerima surat dari seorang siswa.
SEJUMLAH pedagang mengeluhkan harga sejumlah komoditas pangan yang masih mahal saat Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pasar Jagasatru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved