Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk siap menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp120,2 triliun dengan bunga 6% di tahun 2020.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah meningkatkan plafon KUR dari Rp140 triliun di tahun 2019 menjadi Rp190 triliun di tahun 2020 serta menurunkan suku bunga yang semula 7% menjadi 6%.
Direktur Utama Bank BRI Sunarso menyatakan perseroan akan terus mendorong penyaluran KUR ke sektor produksi hingga mencapai 60%. Pasalnya, sektor tersebut dapat memberikan multiplier effect ke sektor ekonomi lainnya.
“Sektor produksi akan menjadi fokus utama penyaluran karena memberikan multiplier effect yang lebih besar, baik dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan serta memberikan dampak yang lebih masif terhadap roda perekonomian nasional,” kata Sunarso melalui keterangan resmi, Senin (6/1).
Pihak BRI telah menyiapkan strategi penyaluran KUR di tahun 2020. Di antaranya melalui pemanfaatan 415 ribu agen BRILink sebagai referral pinjaman KUR serta pembentukan cluster UMKM unggulan di masing-masing wilayah.
“Kami juga akan terus melakukan sinergi dengan BUMN lain, seperti di antaranya dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program naik kelas nasabah Mekaar,” ungkapnya.
Baca juga: BNI Raih Penghargaan Penyalur KUR Terbaik 1 Tahun 2019
Selain itu, lanjut Sunarso, Bank BRI juga akan intensif meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga negara untuk mengakselerasi penyaluran KUR. Seperti sinergi dengan Kementerian Pertanian melalui program Kartu Tani, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui program Kartu Kusuka, Kementerian Ketenagakerjaan melalui program Desmigratif dan dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPBD) melalui KUR Replanting Sawit.
Bank BRI juga terus mendukung program Kementerian Koperasi & UKM agar UMKM dapat mengakses dana atau mendapatkan permodalan dari perbankan serta turut memasarkan UMKM Indonesia ke pasar mancanegara.
"Yang terbaru, melalui penyelenggaraan UMKM Export BRILian Preneur 2019, Bank BRI telah berhasil memfasilitasi kesepakatan sebanyak 23 kontrak pembelian dengan total dealing amount sebesar US$33,5 juta," imbuhnya.
Bank BRI melalui program BRIncubator juga memberi pendampingan dan pelatihan bagi nasabah KUR. Hal itu agar dapat mendorong UMKM naik kelas.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam menjalankan usaha, mendapatkan kemudahan dalam mengakses pasar serta meningkatkan inklusi keuangan. Komitmen kami tidak hanya memberikan fasilitas pembiayaan semata agar naik kelas, namun kami juga ingin agar para pelaku UMKM di Indonesia go modern, go online, go digital serta go global,” tutur Sunarso.
Adapaun selama periode Januari hingga Desember 2019 Bank BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp87,9 triliun kepada lebih dari 4 juta pelaku UMKM, lebih dari 50% diantaranya disalurkan ke sektor produksi.
Dari total KUR yang disalurkan selama tahun 2019 oleh Bank BRI tersebut, Rp75,7 triliun atau 86,1% di antaranya disalurkan khusus di segmen mikro. Dengan demikian, sejak tahun 2015, Bank BRI telah berhasil menyalurkan KUR dengan total nilai mencapai Rp323,4 triliun kepada lebih dari 16,6 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.(OL-5)
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya pada segmen super mikro di bawah Rp10 juta hingga kredit di atas Rp100 juta, perlu dievaluasi kembali.
Total pembiayaan akan mencapai Rp10 triliun, dengan masing-masing penerima akan memperoleh kredit maksimal Rp500 juta.
Terkait dampak kebijakan tersebut terhadap kinerja keuangan perseroan, Hery menilai pengaruhnya tidak signifikan mengingat skala bisnis BRI yang besar.
Jumlah debitur KUR di tiga wilayah tersebut mencapai 1.018.282 dengan nilai pembiayaan sebesar Rp43,95 triliun.
PEMERINTAH menyiapkan kebijakan khusus Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pemerintah tengah menyiapkan skema hapus buku utang kredit usaha rakyat (KUR) bagi masyarakat di wilayah bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved