Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA 2020, pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,67 triliun untuk subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Sebagian besar dana tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan yang mencapai Rp11 triliun untuk membiayai 102 ribu hunian.
Sisa anggaran yang ada disebarkan ke skema Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp600 miliar untuk 150 ribu unit rumah dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp13,4 Miliar untuk memfasilitasi 312 unit rumah.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Eko Djoeli Heripoerwanto mengungkapkan, khusus untuk BP2BT, anggaran dapat ditingkatkan sesuai dengan kemampuan pasar hingga mencapai 50 ribu unit.
"Hal itu bisa dilakukan karena BP2BT berasal dari pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) yang kenaikan target output dan anggaran tidak memerlukan persetujuan DPR," ujar Heri di kantornya, Jakarta, Kamis (26/12).
Selain itu, pada tahun depan, pemerintah juga masih akan mengeluarkan dana sebesar Rp3,8 miliar untuk menanggung beban bunga dari skema Subsidi Beban Bunga (SSB).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah, mulai 2020, akan menghentikan program KPR SSB karena dinilai sangat membebani APBN.
Walaupun sudah dihentikan, anggaran untuk SSB dipastikan masih akan terus mengalir demi menutupi beban bunga sepanjang masa tenor bergulir yang rata-rata mencapai 20 tahun. (Pra/OL-09)
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
The HUD Institute meninjau perencanaan kota mandiri di tengah dorongan pembangunan perumahan dan menyoroti pentingnya integrasi tata ruang regional.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Kita harus memastikan rumah yang dibangun aman dan berkelanjutan.
Backlog kepemilikan rumah mencapai 9,87 juta unit. Beberapa sumber lain bahkan menyebutkan angka hingga 10,9 juta atau 15 juta unit,
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Segmen pasar menengah saat ini menjadi target pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh dominasi end-user, khususnya generasi milenial, Gen Z, serta pasangan muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved