Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MELIHAT potensi industri kecil menengah (IKM) yang mampu memberi kontribusi positif terhadap neraca perdagangan Indonesia dan rasio ekspor terhadap impor, Bea Cukai memberikan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor( KITE) IKM kepada pengguna jasanya.
Fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor untuk IKM (KITE IKM) adalah salah satu fasilitas fiskal yang diberikan Bea Cukai sebagai upaya mendorong daya saing produk dalam negeri untuk bersaing di kancah internasional.
Sebagai langkah nyata untuk mewujudkannya, pada Kamis (21/11) lalu, Bea Cukai Bandung secara resmi telah menyerahkan Sertifikat KITE IKM kepada CV Golden Mulia yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang furniture.
Kepala Kantor Bea Cukai Bandung, Dwiyono Widodo menjelaskan dalam menjalankan salah satu tugasnya sebagai trade fasilitator, Bea Cukai senantiasa memberikan asistensi dan pelayanan kepada IKM yang berpotensi meningkatan perekonomian Indonesia.
“Fasilitas ini adalah janji pemerintah untuk memberikan kemudahan berindustri bagi pengusaha IKM untuk mendorong peningkatan ekspor Indonesia ke mancanegara. Kami harap penerima fasilitas dapat berkontribusi lebih untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia,” ujar Dwiyono.
Sementara itu, Bea Cukai Bekasi dalam Focus Group Discussion (FGD) pada Rabu (20-11) juga telah menginisiasi kepada 70 IKM yang hadir untuk mengenalkan kebijakan fasilitas tersebut dan mengedukasi para pengusaha agar dapat sukses menembus pasar ekspor.
Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Hatta Wardhana, mengungkapkan tujuan dari fasilitas ini adalah agar pengusaha IKM dapat berkembang dan menjadi eksportir yang mampu berdaya saing tinggi di pasar internasional.
“Diharapkan IKM dapat menggerakan usahanya agar bisa diekspor dan bisa mendapatkan fasilitas KITE IKM yang telah disediakan oleh pemerintah,” pungkasnya.(OL-09)
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved