Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SURVEI Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) memperkirakan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 0,02% secara month to month (mtm) dan 3,13% year on year (yoy).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (4/10).
Menurutnya berdasarkan SPH tersebut diperkirakan stabilitas harga akan tetap terkendali. Hal ini karena inflasi yang relatif lebih rendah jika dibangdingkan dengan bulan September.
"Jadi kita bandingkan dengan September sebagaimana rilis BPS terjadi deflasi -0,27 mom dan 3,39% yoy," kata dia.
Baca juga: Musim Tanam Mundur, Mendag Minta Pasokan Pangan Jangan Terlambat
Ia menambahkan terdapat beberapa harga yang mengalami kenaikan meski relatif kecil. Harga daging ayam mengalami kenaikan 0,03%, tomat dan sayur 0,01%. Sementara untuk cabe merah masih mengalami deflasi 0,07%, cabe rawit deflasi 0,03%, bwang merah deflasi 0,02% dan ayam ras deflasi 0,03%.
Dengan harga-harga yang tetap terkendali sampai Oktober, Perry yakin kenaikan harga hingga akhir tahun akan sesuai perkiraan BI.
"Insyaallah sampai akhir tahun akan sesuai perkiraan kita akan di bawah titik tengah sasaran yakni di bawah 3,5 %," pungkasnya. (A-4)
Bank Indonesia juga mengoptimalkan aplikasi PINTAR untuk pemesanan penukaran uang guna meningkatkan kepastian dan ketepatan layanan.
UNTUK mempermudah akses masyarakat, Bank Indonesia Sulawesi Selatan (BI Sulsel) menyediakan 120 titik layanan penukaran uang Lebaran 2026 di 24 kabupaten/kota.
Untuk meningkatkan kenyamanan dan pemerataan layanan penukaran, masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR.
Tersedia pula layanan mitra kerja di sejumlah instansi strategis pada 5-10 Maret 2026 dan layanan tematik “Susur Pantai” di Pantai Warna Oesapa dan Pasar Ikan Oeba.
BI Sulsel menyiapkan uang layak edar sebesar Rp4,5 triliun atau meningkat 5 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,3 triliun.
RUPIAH berada di bawah tekanan seiring kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang menembus level 6,45% pada perdagangan Jumat, (20/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved