Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
ERA digitalisasi yang kini melanda dunia perbankan tidak bisa dihindari. Semua perbankan harus menerapkan digitalisasi dalam operasional mereka supaya tidak tertinggal.
Tidak terkecuali, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah harus menerapkan digitalisasi meski faktanya nasabah pembiayaannya mayoritas dari kelompok prasejahtera yang bahkan banyak belum mengenal telepon seluler.
Direktur BTPN Syariah, Gatot Adhi Prasetyo, mengakui sebagian besar nasabahnya di luar jangkauan telepon seluler. Namun pihaknya mau tidak mau harus menerapkan digitalisasi karena faktanya nasabahnya sudah mendekati urban dan mulai melek teknologi seiring peningkatan kelas mereka.
"Kami ingin edukasi mereka siap-siap hadapi era digitalisasi. Untuk ke sana kami harus edukasi karyawan lebih dahulu. Misalnya dengan melayani nasabah dengan menggunakan tab (tablet)," ujarnya di Semarang Selasa (24/9).
Gatot mengatakan penggunaan tablet ketika melayani nasabah pembiayaan prasejahtera sebenarnya menjadi upaya menuju digitalisasi.
Baca juga: Pembiayaan BTPN Syariah Capai Rp8,54 T
Namun dia mengungkapkan pihaknya tidak akan buru-buru jangan sampai digitalisasi bukan mempermudah namun justru menjadi beban bagi nasbahnya yang berasal dari keluarga prasejahtera.
"Edukasi nasabah prasejahtera untuk menggunakan telepon seluler untuk bertransaksi tidaklah mudah. Kami coba sediakan sediakan hp (ponsel) mereka lupa pinnya. Jika belum saatnya nanti malah akan menjadi beban. Karena itu kami harus hati hati. Di segmen ini harus benar benar teliti," ujarnya.
Branch Manager BTPN Syariah Area Jateng, Dewi Susilowati, mengatakan nasabah prasejahtera di wilayahnya berjumlah 204 ribu orang. Sementara total nasional jumlah nasabah prasejahtera BTPN syariah nasional 3,6 juta orang.
Busines coach BTPN Syariah Muhammad Bardansyah mengatakan BTPN Syariah merupakan satu satunya bank yang memberikan pembiayaan khusus kelompok prasejahtera. (A-4)
Capaian itu menegaskan validasi atas komitmen perusahaan dalam mengedepankan keterbukaan informasi di era digital serta peran kepercayaan para pengguna setia.
Direktur Utama Indodana Finance Mira Wibowo meraih penghargaan Indonesia Best CEO 2025 dalam ajang Indonesia Business Leadership Forum.
Ebbot menghadirkan teknologi AI andal, sedangkan Veda Praxis menyediakan fondasi tata kelola yang kuat dan juga tim implementer dengan kapabilitas lokal.
Model kerja fleksibel berbasis platform digital dinilai menjadi bantalan sosial modern.
Pengemudi ojol dan NGO Deconstitute menggugat skema kuota internet hangus ke Mahkamah Konstitusi dengan menguji UU Telekomunikasi.
Bank Indonesia meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat literasi, keamanan, dan inklusi ekonomi digital, didukung pertumbuhan QRIS dan BI-FAST yang kian pesat.
OJK mencatat ketahanan permodalan berada pada level yang sangat kuat, memberikan ruang ekspansi sekaligus bantalan risiko yang memadai
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved