Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya tengah menyiapkan kebijakan pajak khusus untuk industri financial technology (fintech) secara adil mengingat makin berkembangnya pelaku usaha di bidang startup dan e-commerce.
"Pemerintah Indonesia, terutama Kemenkeu, secara berkelanjutan menciptakan dialog dengan industri mengenai tax regime yang bisa dilihat sebagai pemajakan yang adil," kata Sri Mulyani dalam acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta, kemarin.
Menurut Sri, hal tersebut dilakukan agar tercipta keadilan antara perusahaan konvensional dan digital di Indonesia.
Ia melanjutkan, keadilan perpa-jakan itu tak hanya diterapkan untuk pemain ekonomi digital di Indonesia. Perusahaan keuangan digital dari negara lain juga akan dikenai pajak mengingat tidak adanya batasan dalam kegiatan ekonomi digital.
"Karena banyak transaksi yang borderless, jadi kita akan buat kebijakan yang semakin global dan borderless, tapi tetap adil," ujarnya.
Di sisi lain, Sri menuturkan bahwa dalam merealisasi hal tersebut masih perlu adanya tata kelola data yang lebih baik, seperti pengumpulan, penggunaan, dan keamanan data nasabah.
"Menurut saya, Indonesia perlu aturan atau UU. Saat ini kita punya UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), tapi apakah UU itu bisa berikan keamanan dan keselamat-an data dengan baik? Saya rasa harus kita atur lagi. Ini yang terus pemerintah bangun," katanya.
Selain itu, saat ini pemerintah sedang fokus dalam mengembangkan infrastruktur untuk meningkatkan akses terhadap teknologi digital. Pasalnya, masyarakat yang berada di luar Jakarta dan luar Pulau Jawa masih sulit untuk mendapatkan akses teknologi.
Inklusi keuangan
Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan fintech yang semakin pesat dapat berperan besar untuk membantu pemerintah mencapai target inklusi keuangan sebesar 75% pada 2019.
"Kami percaya pada inovasi dalam industri digital dan teknologi untuk mencapai inklusi keuangan ini dengan lebih cepat," katanya.
Ia menuturkan rasio tabungan terhadap PDB (gross saving ratio) Indonesia baru mencapai 31%, yang berarti lebih rendah daripada Singapura dan Tiongkok yang berada di level 46%, serta Thailand 34%.
"Hal itu yang menjadi dasar bagi pemerintah dalam meluncurkan Strategi Keuangan Nasional Inklusif (SKNI) melalui Peraturan Presiden No 82/2016," ujar Darmin.
Berdasarkan data yang dipegangnya, perkembangan fintech cukup berpengaruh, yang dibuktikan dengan data dari Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) bahwa 70% portofolio fintech terdiri atas lapisan masyarakat yang tidak terlayani perbankan (unbanked and underbanked).
"Terutama di payment dan lending market. Peningkatan bisnis ini sangat kuat membuat banyak agen fintech tumbuh," kata Darmin.
Darmin menjelaskan hal itu dapat terjadi karena fintech memiliki kelebihan dalam memberi pelayanan keuangan yang cepat, terjangkau, dan aman untuk masyarakat sehingga diharapkan bisa membantu ekonomi digital di Indonesia.
"Fintech harus mampu menjangkau populasi di kawasan terluar dan terdalam di Indonesia agar misi fintech mencapai inklusi keuangan benar-benar tercapai," ujarnya.
Ia berharap fintech mampu be-kerja sama dengan agen perbankan dan tidak hanya fokus untuk memperoleh keuntungan dari bisnisnya, tapi juga fokus meningkatkan edukasi dan proteksi kepada konsumen. (Ant/Ata/*/E-2)
Dengan limit hingga Rp50.000.000 yang dapat digunakan berulang kali, Julo memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan secara bersamaan.
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 resmi berakhir dengan catatan penting berupa menguatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) secara resmi membuka Mandiri BFN Fest 2025, puncak dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN).
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Pemerintah tengah bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), gelombang pendataan nasional yang menjadi fondasi penting dalam membaca denyut ekonomi Indonesia
Kebutuhan masyarakat terhadap akses internet kini setara dengan kebutuhan pokok, namun kenyataannya layanan tersebut masih belum dapat dinikmati secara merata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved