Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pelaku usaha bidang properti mengeluhkan alokasi kuota Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Bersubsidi yang tahun ini mengalami penurunan drastis.
Tahun lalu, pemerintah mengalokasikan KPR Bersubsidi untuk 283 ribu unit hunian yang terbagi dalam dua skema pembiayaan yakni Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebanyak 225 ribu unit dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 58 ribu unit.
Namun, tahun ini, jumlah yang disediakan pemerintah turun drastis. Kuota KPR SSB dipangkas menjadi hanya sekitar 100 ribu unit. Sementara, pemerintah hanya menambah sedikit kuota KPR FLPP menjadi 68 ribu unit.
Ditambah satu skema baru yakni Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yang juga hanya 14 ribu unit.
Baca juga: Rumah Subsidi Diminati, Pengembang MInta Kuota FLPP Ditambah
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan pemerintah memutuskan untuk memangkas lebih dari separuh kuota SSB karena skema itu sangat membebani APBN.
"Tidak seperti FLPP, SSB itu akan hilang begitu saja. Kalau FLPP kan dana bergulir jadi uangnya akan berputar terus jadi APBN tidak terlalu terbebani," ujar Khalawi di kantornya, Jakarta, Kamis (19/8).
Berdasarkan data Kementerian PU-Pera, pemerintah tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,03 triliun untuk program KPR Subsidi.
Jumlah itu terbagi ke dalam tiga skema yakni FLPP sebesar Rp7,1 triliun, SSB sebesar Rp3,45 triliun dan BP2BT sebesar Rp448 miliar.(OL-5)
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
The HUD Institute meninjau perencanaan kota mandiri di tengah dorongan pembangunan perumahan dan menyoroti pentingnya integrasi tata ruang regional.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Kita harus memastikan rumah yang dibangun aman dan berkelanjutan.
Backlog kepemilikan rumah mencapai 9,87 juta unit. Beberapa sumber lain bahkan menyebutkan angka hingga 10,9 juta atau 15 juta unit,
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Segmen pasar menengah saat ini menjadi target pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh dominasi end-user, khususnya generasi milenial, Gen Z, serta pasangan muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved