Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Federal Swiss telah menerbitkan dokumen resmi terkait Indonesia-European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA) dan mengajukannya ke Parlemen Swiss pada Rabu (22/5) waktu setempat.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita mengapresiasi tindak lanjut cepat yang dilakukan negara tersebut demi segera merealisasi komitmen kerja sama perdagangan yang lebih besar ke depan.
"Itu merupakan kabar baik dari Swiss dan menunjukkan keseriusan mereka penyelesaian proses ratifikasi IE-CEPA," ujar Enggartiasto melalui keterangan resminya, Sabtu (25/5).
Kini, Indonesia masih menunggu tiga anggota EFTA lainnya yakni Norwegia, Islandia dan Liechtenstein untuk merampungkan proses ratifikasi dan mengirimnya ke parlemen masing-masing untuk disahkan.
Jika itu terealisasi, EFTA akan menjadi kelompok negara Eropa pertama yang memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia.
Baca juga: Indonesia Resmi Tembus Pasar EFTA
Enggartiasto sendiri berharap seluruh proses ratifikasi, termasuk oleh Indonesia, dapat rampung tahun ini sehingga IE-CEPA dapat diterapkan pada tahun ini juga.
"Perjanjian ini akan meningkatkan akses pasar dan kepastian hukum di bidang perdagangan barang dan jasa bagi Indonesia dan EFTA. Selain itu, perjanjian juga mencakup berbagai ketentuan mengenai investasi, perlindungan kekayaan intelektual,
penghapusan hambatan nontarif, termasuk ketentuan sanitasi dan fitosanitasi, kompetisi, fasilitasi perdagangan, perdagangan dan pembanguan berkelanjutan serta kerja sama ekonomi," jelasnya.
Pada 2018, Indonesia termasuk ke dalam 40 mitra dagang utama Swiss. Dengan adanya IE-CEPA, ke depannya, diharapkan Indonesia dan Swiss dapat meningkatkan perdagangan bilateral yang saling menguntungkan.
"Sekarang tugas kami adalah menyosialisasikan kepada publik terutama pelaku usaha terkait apa saja keuntungan yang bisa didapat dari IE-CEPA. Itu wajib dilakukan agar berbagai sektor dapat memanfaatkan perjanjian untuk kepentingan ekonomi secara luas," tandasnya. (OL-7)
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron menyerukan kebangkitan Eropa untuk memperkuat perlindungan kedaulatan, menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Presiden memerintahkan agar segera dibentuk tim kajian untuk menganalisis persoalan pengelolaan air secara menyeluruh.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
Tommy mengatakan meningkatkan nilai HPE konsentrat tembaga juga dipengaruhi tingginya permintaan industri global terhadap tembaga.
Jadi sumbangannya dalam bentuk makanan instan, kemudian pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya yang sudah kami identifikasi yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita.
Impor pakaian bekas ini selalu terjadi di mana pun. Pelaku juga sudah punya jaringan dan bekerja secara profesional.
KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) memusnahkan sebanyak 16.591 balpres pakaian bekas impor ilegal dari 19.931 temuan balpres pakaian bekas impor ilegal.
Pemerintah secara serius menargetkan penurunan signifikan pada biaya logistik nasional dalam rangka meningkatkan daya saing industri dan nilai tambah perekonomian.
TEMUAN pestisida etilen oksida pada produk mi instan merek Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kulit yang beredar di Taiwan tengah ramai. Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved