Sabtu 16 Februari 2019, 11:20 WIB

YLKI Apresiasi Penurunan Tarif Pesawat

Cahya Mulyana | Ekonomi
YLKI Apresiasi Penurunan Tarif Pesawat

ANTARA/WAHYU PUTRO A

 

KETUA Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengapresiasi keputusan Garuda Group yang menurunkan harga tiket pesawat. Hal itu perlu diawasi pemerintah supaya industri penerbangan tidak gulung tikar akibat tekanan harga tiket.

"Langkah itu layak diapresiasi, khususnya untuk turunnya tarif GA (Garuda Indonesia). Walaupun sebenarnya hal itu menunjukkan adanya inkonsistensi regulasi oleh pemerintah," katanya kepada Media Indonesia, Sabtu (16/2).

Menurut dia, harga tiket sebelumnya mahal namun masih di bawah batas atas yang ditentukan Kementerian Perhubungan. Meskipun besarannya dikeluhkan masyarakat tetapi tidak melanggar regulasi.

 

Baca juga: Pertamina Turunkan Harga Avtur

 

Dengan keputusan group airline tersebut, kata dia, pemerintah perlu turun tangan. 

"Pemerintah harus mengawal agar industri penerbangan tidak pingsan juga karena tekanan terhadap tarif," tegasnya.

Menyangkut kebijakan PT Pertamina (persero) yang memangkas harga avtur, Tulus menyatakan hal itu sangat baik. Namun dampak harga bahan bakar itu tidak terlalu signifikan terhadap harga tiket.

"Sebab faktor tekanan terhadap kurs rupiah jauh lebih signifikan terhadap harga avtur. Kemudian harga avtur sudah ditentukan lama berdasar b to b antara Pertamina dengan maskapai," pungkasnya. (OL-3)

Baca Juga

MI/ Abdillah M Marzuqi

Menkop UKM Tegaskan Tak Ada PEN dalam Bentuk Bantuan Ternak di NTB

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Rabu 26 Januari 2022, 23:47 WIB
Yang ada hanyalah bantuan hibah untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan jumlah bantuan Rp1 Juta per...
Dok. Pupuk Indonesia

Pupuk Indonesia Perkuat Proses Distribusi dan Pengawasan dengan Teknologi Digital 

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:49 WIB
Selain dapat mengawasi proses distribusi, sistem yang dinamai Distribution Planning & Control System (DPCS) itu juga mampu mengetahui...
MI/Haryanto Mega

Menaker Dorong BUMN dan Swasta Pekerjakan Penyandang Disabilitas 

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:15 WIB
Pada 2021, sebanyak 1.271 penyandang disabilitas telah bekerja di 72 Badan Usaha Milik Negara dan 4.554 penyandang disabilitas telah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya