Kamis 13 Juni 2019, 19:34 WIB

Polisi dan Bea Cukai Ungkap Sindikat Narkoba Indonesia-Malaysia

Ferdian Ananda Majni | Advertorial
Polisi dan Bea Cukai Ungkap Sindikat Narkoba Indonesia-Malaysia

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (tengah) saat rilis kasus penyelundupan sabu-sabu di Polda Metro Jaya, Jakarta, hari ini.

DITRESNARKOBA Polda Metro Jaya berkerja sama dengan Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok berhasil menggagalkan upaya penyeludupan 31 kilogram lebih sabu yang disembunyikan dalam mesin ice maker. Bahkan petugas juga menciduk 2 orang tersangka warga negara Malaysia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya mendapat informasi ada paket barang mencurigakan yang diduga terdapat barang yang terlarang. Upaya penyelundupan itu dilakukan pada Jumat (24/5) lalu.

"Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok Jakarta Utara menduga ada paket barang mencurigakan dan diduga berisi barang terlarang," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (13/6).

Baca juga: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu di Bandara Bandung

Bea dan Cukai kemudian berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya untuk melacak isi paket tersebut. Petugas menangkap para pelaku setelah kurir mengirim barang haram itu ke tempat tujuan.

"Jadi paket yang dikirim, barang itu dikasih nama dari luar negeri ke Indonesia, ada alamatnya menggunakan pengiriman paket," sebutnya.

Argo menambahkan, paket itu dikirim dari Malaysia ke sebuah ruko kawasan Halim Perdana Kusuma Jurumudi Baru, Kota Tangerang. Pada Selasa (28/5).

"Seorang perempuan bernama Dwi Nery ditangkap saat sedang mengurus pengiriman paket tersebut," terangnya.

Dari pengembangan itu, polisi kemudian menangkap tersangka lainnya bernama AT alias Jack warga negara Malaysia. Kata Argo, AT berkerja atas perintah MJ alias Gordon yang ditangkap di Bandara Soekarta-Hatta saat mencoba melarikan diri ke Singapura.

"Saat barang itu dibongkar, barulah diketahui mesin es itu berisi sabu yang dibungkus dengan bungkus teh Cina sebanyak 30 bungkus," lanjutnya.

Dari hasil penyelidikan terhadap Dwi, diketahui mereka sering melakukan pertemuan di sebuah hotel di Tangerang.

"AT dan MT diketahui disuruh mengantarkan sabu itu ke Indonesia oleh DPO AK alias Erick yang berada di Penang Malaysia," terangnya.

Sejauh ini, pihak kepolisian belum mengetahui tujuan peredaran sabu-sabu itu di tanah air. Dimana barang bukti yang diamankan narkotika jenis sabu sebanyak 30 bungkus plastik teh Cina dengan berat brutto 31.794 Kilogram.

Para tersangka dikenakan pasal Pasal 113 Subsider 114 ayat (2) lebih subsider pasal 112 ayat (2) juncto 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (OL-4)

Baca Juga

Ist

Jaga Keawetan Furnitur dengan Stiker

👤Budi Ernanto 🕔Selasa 19 Januari 2021, 10:24 WIB
Stiker bisa untuk melapisi furnitur agar tampak baru dan tetap...
Dok. Kementerian Agama

Program 5000 Doktor Kemenag: Ikhtiar Wujudkan Daya Saing PTKI

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 10 Desember 2020, 14:05 WIB
Dalam rentang waktu 5 tahun terakhir, Program 5000 Doktor Kementerian Agama telah memberikan 2.222 penerima beasiswa studi dalam negeri,...
ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A

Pelayanan Tanpa Tatap Muka di Era Pandemi

👤Gana Buana 🕔Selasa 24 November 2020, 02:40 WIB
Hal itu agar para peserta dapat memenuhi kebutuhan mereka tanpa harus datang ke kantor cabang terdekat, terutama pada masa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya