Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PISANG sudah lama diketahui baik untuk kesehatan karena mengandung beragam nutrisi, seperti potassium, vitamin B6, vitamin C, dan tentunya kaya akan serat. Meski begitu kandungan nutrisi ini bisa berbeda-beda jumlahnya dan dapat dikenali dengan mudah lewat warna kulit pisang.
Berikut manfaat pisang berdasarkan warnanya, menurut pakar gizi olahraga asal Australia Ryan Pinto, yang dilansir Dailymail.co.uk
Menurut Pinto, pisang hijau penuh dengan pati resisten, yang bertindak seperti serat larut. Nutrisi ini membuat sistem pencernaan Anda bekerja lebih keras. "Itu juga alasan mengapa pisang hijau dapat membuat Anda cepat kenyang," papar Pinto. Akan tetapi, pati dalam pisang hijau juga bisa membuat Anda merasa kembung.
Selain itu, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa 15–30 gram (gr) pati resisten per hari dapat meningkatkan sensitivitas insulin sebesar 33–50% hanya dalam empat minggu.
"Jika Anda mencari pisang dengan GI (Glycemic Index) lebih rendah, pilihlah pisang hijau. Akhirnya, tubuh Anda akan memecah pati ini menjadi glukosa. Dengan begitu, pisang hijau akan menaikkan kadar gula darah secara perlahan,' ujarnya.
Glycemic Index atau indeks glikemik merupakan skala yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. "Yang menjadi perbedaan besar adalah rasa. Pisang hijau bisa terasa pahit, karena mengandung lebih sedikit gula di setiap gigitannya," ucap Piton.
Pisang kuning, dikatakan Pinto, terasa lebih lembut dan manis karena mengandung lebih banyak gula. GI pisang kuning juga lebih tinggi, yang berarti lebih mudah dicerna. “Dengan lebih sedikit pati yang terurai, sistem pencernaan Anda akan menyerap nutrisi lebih cepat,” kata Pinto.
"Sayangnya, selalu ada mikronutrien yang hilang seiring tingkat kematangan pisang. Untuk mengimbangi hal ini, pisang kuning lebih dalam hal antioksidan," lanjutnya.
Pisang yang sangat matang sering kali menunjukkan bintik-bintik coklat pada kulitnya dan rasanya lebih manis, hal ini disebabkan oleh kandungan gulanya yang lebih tinggi. “Bintik coklat tidak hanya menunjukkan bahwa pisang sudah tua, tapi juga menunjukkan berapa banyak pati yang telah diubah menjadi gula,” jelas Pinto. "Pada akhirnya, semakin banyak bintik coklat yang dimiliki pisang, semakin banyak pula gula yang dikandungnya," lanjutnya.
Namun, Pinto mengatakan bintik coklat tersebut juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. "Pisang berbintik sangat kaya akan antioksidan sehingga dikaitkan dengan pencegahan kanker," paparnya. "Tumor Necrosis Factor (TNF), yang berfungsi menghancurkan tumor, terkait dengan bintik-bintik coklat pada pisang tersebut," lanjutnya.
Kulit pisang yang berubah warna dari hijau menjadi coklat pertanda bahwa pisang terlalu matang. Kandungan pati yang bermanfaat bagi tubuh pada pisang yang terlalu matang terurai kemudian diubah menjadi gula. Pisang berukuran sedang yang terlalu matang hingga kulitnya berwarna coklat mengandung sekitar 17, 4 gr gula.
"Apakah Anda ingat semua pati resisten itu? Yah, sekarang praktis semuanya gula," kata Piton. "Sama seperti pati yang terurai menjadi gula, klorofil (pada kulit pisang) juga mengambil bentuk baru. Kerusakan klorofil inilah yang menjadi alasan mengapa kadar antioksidan meningkat seiring semakin matangnya buah pisang," lanjutnya. (M-1)
Buah umumnya memiliki rasa manis, asam, atau segar, serta kaya akan vitamin, mineral, serat, dan air yang penting bagi kesehatan tubuh.
Buah memiliki rasa manis, asam, atau segar, serta kaya akan air, vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lain yang penting bagi kesehatan tubuh.
Penyakit hati merupakan masalah yang terus berkembang, dan kondisi ini dapat disembuhkan dengan pendekatan yang tepat.
Memperingati World Health Day 2025 Harris Puri Mansion mengadakan kegiatan sosial dengan membagikan buah-buahan segar kepada ibu hamil di Posyandu Dahlia 1.
PROGRAM Agroforestri di Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim) pada lahan seluas 1.000 ha diimplementasikan sebagai strategi optimalisasi lahan tidur dan pencegahan kerusakan lingkungan.
Buah-buahan kaya vitamin C, misalnya stroberi dan jeruk ternyata dapat mencegah dan mengatasi kurang darah atau anemia.
Asupan gizi yang tidak seimbang atau penggunaan suplemen yang sembarangan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Kunci pembeda utama antara stunting dan stuntedĀ terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Kuncinya terletak pada penerapan kebiasaan yang tepat saat sahur, berbuka, hingga pengaturan waktu istirahat agar puasa tidak hanya bernilai ibadah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved