Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Lestari Moerdijat membuka pameran lukisan Merajut Persatuan: Pesan dalam 78 Tahun Kemerdekaan' di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (19/8).
Dalam sambutannya ia mengatakan ada pameran lukisan atau pameran karya seni lainnya mengajarkan bahwa berkesenian adalah ungkapan ekspresi.
"Lukisan juga sering mengungkapkan sejak jaman dahulu untuk mengungkap perasaan, kebahagian, kegembiraan, kegundahan," ujar Rerie sapaan akrabnya.
Baca juga: Rerie: Tingkatkan Ketaatan terhadap Konstitusi dalam Proses Pembangunan Bangsa
Rerie menjelaskan bahwa lukisan juga bisa sebagai wadah kritik sosial yang membangun.
"Bahkan juga kritik sosial dan saya yakin sekali yang dilakukan kawan kawan hari ini gambaran dari kita semua yang juga berisikan harapan dan doa supaya kita bisa menjaga Indonesia yang berusia 78 tahun membawa perubahan dan menjadikan Indonesia lebih baik," jelasnya.
Baca juga: SBY Resmikan Museum dan Galeri SBY*ANI di Pacitan
Sebanyak 78 lukisan karya 45 perupa termasuk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pameran lukisan tersebut diinisiasi oleh Jogja Disability Art (JDA) dan Yayasan Urun Daya Kota.
Ketua Panitia, FX Rudy Gunawan, mengatakan pameran lukisan ini merupakan ekspresi pendekatan kultural terhadap berbagai dimensi kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari dimensi sosial, ekonomi, politik, lingkungan, kekayaan alam, wawasan kebangsaan, hingga kearifan lokal dan kekayaan bangsa Indonesia lainnya
"Ini satu acara yang kerjasama bareng ya, gotong royong dikerjakan dari banyak pihak, dengan sukarela, jadi temen-temen dengan ikhlas melakukan kerja sama bareng ini supaya bisa terselenggara pameran ini," jelasnya
"Kalau kita mencoba berdemokrasi melalui seni dan kebudayaan, maka ini salah satunya," imbuh dia.
Dalam acara tersebut turut hadir Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), serta bacapres Anies Baswedan. Pembukaan rangkaian acara pameran yang akan diadakan hingga 27 Agustus 2023 ini dibuka secara simbolis menggoreskan cat dengan luas diatas kanvas putih yang disediakan.
Setelahnya, Lestari Moerdijat, Anies Baswedan dan Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkeliling melihat seluruh hasil karya yang ditampilkan dalam pameran.
Untuk diketahui, selama pameran berlangsung turut digelar beberapa acara di Teater Wahyu Sihombing, TIM. Beberapa di antaranya Dialog Budaya Manifestasi Kebudayaan Indonesia: Tentang Kini dan Nanti pada Kamis (24/8/2023) pukul 14.00-16.30 WIB. Kemudian dilanjutkan Pidato Kebudayaan oleh SBY pukul 16.30-18.00 WIB, dan lelang karya lukisan pada 18.10-21.00 WIB. (Far/Z-7)
SBY menyatakan bahwa kendali kepemimpinan Partai Demokrat sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
SIKAP Partai Demokrat yang menyatakan mendukung wacana Presiden Prabowo Subianto soal pilkada lewat DPRD menuai sorotan.
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya selidiki laporan Partai Demokrat terkait hoaks yang menyeret SBY. Empat akun medsos dipolisikan atas fitnah korupsi dan status tersangka.
PRESIDEN ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meyakini keseriusan Presiden RI Prabowo Subianto dalam menangani bencana Sumatra.
SBY menyebut penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra kompleks dan membutuhkan waktu, sumber daya, serta kebijakan yang matang.
Pameran Seni Rupa dan Lelang Lukisan untuk Bencana Sumatra dan Aceh
Lukisan tersebut melibatkan empat institusi seni yakni SRD ISI Yogyakarta, FSRD ISI Surakarta, FSRD ITB, dan FSRD IKJ, serta bersama empat pelukis profesional independen.
DUA seniman Tanah Air, Agus Wicak dan Zakimuh menggelar pameran tunggal bertajuk Bio Diversity dan Parodi. Pameran ini menyatukan dua kekuatan visual yang saling mengkritisi zaman.
Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian program unggulan KBRI Bangkok, yaitu Trade, Tourism, Investment, and Cultural Forum (TTICF), yang telah berlangsung sejak 2022.Â
Pemberedelan karya seni sebagai ekspresi artistik pada umumnya terjadi di negara-negara totaliter. Atau setidak-tidaknya di negara otoriter.
SASTRAWAN Okky Madasari menegaskan sensor terhadap karya seni harus dilawan.
Mahfud MD mengatakan berlangsungnya sebuah pameran adalah otoritas dari Galeri Nasional, termasuk soal pameran tunggal Yos Suprapto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved