Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERSIHAN organ kewanitaan adalah hal yang sangat penting diperhatikan oleh setiap perempuan, terutama saat menstruasi. Pembalut yang digunakan selama masa menstruasi juga hal yang harus sangat diperhatikan kebersihannya. Karena jika tidak, pembalut ketika menstruasi adalah salah satu tempat berkumpulnya kuman dan bakteri.
Dokter spesialis kulit dan kelamin lulusan dari Universitas Indonesia Astrid Teressa mengatakan idealnya pembalut diganti maksimal setiap empat jam sekali. Ia mengatakan mengganti pembalut setiap empat jam saat haid bisa membantu mencegah kulit di organ kewanitaan teriritasi akibat lembap ataupun gesekan.
"Kalau pembalut dipakai lama, tidak diganti, itu area sekitar jadi lembap, mudah iritasi," dia dalam diskusi di Jumat, (7/7).
Baca juga: Diabetes Dapat Sebabkan Siklus Menstruasi Tidak Teratur
Para perempuan disarankan tetap mengganti pembalut saat haid setiap empat jam sekali terlepas dari banyak atau tidaknya darah yang keluar. Hal itu menjadi salah satu cara menjaga kesehatan di organ intim kewanitaan.
"Astrid lalu mengatakan, pembicaraan mengenai area kewanitaan bagi sebagian masyarakat masih menjadi hal yang tabu. Hal ini dapat mengarah pada kurangnya edukasi dan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan area kewanitaan terutama bagi remaja putri," kata Astrid.
Baca juga: Kenali Lebih Dekat Manfaat Menstrual Cup
Selain mengganti setiap empat jam sekali, ini hal-hal lain yang bisa dilakukan agar organ kewanitaan tetap terjaga kebersihan dan kesehatannya selama menstruasi.
1. Bersihkan dengan tepat
Selain mengganti pembalut rutin, termasuk di luar haid, seorang perempuan juga perlu membersihkan organ intimnya menggunakan air bersih menggunakan cara yang tepat yakni dari depan ke belakang.
2. Penggunaan pembersih khusus
Penggunaan cairan pembersih khusus diperbolehkan namun sebaiknya tak setiap saat. Sementara itu, penggunaan scrub pada organ kewanitaan tidak disarankan karena bisa berpotensi menyebabkan lecet.
3. Pakaian dalam berbahan halus
Lebih lanjut mengenai upaya menjaga kesehatan organ intim, dia menyarankan kaum perempuan mengenakan pakaian dalam yang lembut dan menyerap keringat salah satunya demi mencegah lecet pada kulit saat melakukan aktivitas.
4. Pilih produk pembalut berkualitas tinggi dan sesuai kebutuhan
Astrid juga menyarankan untuk tidak asal pilih pembalut. Pilihlah yang memiliki kualitas baik dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Hal itu bukan hal yang sulit karena sudah terdapat banyak jenis pembalut yang dijual dipasaran.
(Ant/Z-9)
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran perempuan sebagai bagian dari langkah strategis pelestarian budaya nasional.
Perempuan pascamenopause menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari penurunan kepadatan tulang hingga melemahnya sistem imun.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, meraih penghargaan Tokoh Perempuan Penggerak Ekonomi dan UMKM.
Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia.
Menstruasi merupakan suatu keadaan keluarnya darah, lendir, dan sel-sel epitel yang menyusun dinding rahim. Bila perempuan mengalami menstruasi, akan keluar darah melalui vaginanya.
Bagaimana organ-organ yang menyusun sistem reproduksi pada perempuan? Apakah sama dengan organ penyusun sistem reproduksi pada laki-laki? Berikut penjelasannya.
Vulvovaginitis yang bergejala keputihan, nyeri, dan gatal amatlah mengganggu. Ketepatan diagnosis menentukan efektivitas pengobatannya.
dr. Anggara Mahardika, SpOG, mengatakan kebersihan saat menstruasi menjadi salah satu kunci kesehatan reproduksi perempuan dan pada dasarnya dapat dilakukan dengan mudah.
Hasil survei menyebut bahwa frekuensi ganti pembalut selama 4 jam sekali, guna menjaga kebersihan area vagina, hanya dilakukan oleh 28% perempuan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved