Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Metode Montessori adalah cara belajar sambil bermain yang ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Maria Montessori pada awal tahun 1900. Metode itu kini banyak disukai orang tua karena bermanfaat untuk tumbuh kembang anak.
Pendekatan ini memungkinkan orang tua untuk memastikan kontinuitas pembelajaran bahkan ketika anak tidak di sekolah. Siapa pun kini dapat menerapkan prinsip-prinsip metode ini di rumah dengan menciptakan lingkungan belajar yang sesuai dengan pendekatan Montessori.
Menurut Sony Vasandani, pendiri pusat pelatihan Montessori di Indonesia yaitu Sunshine Teachers' Training, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menerapkan metode pembelajaran ini di rumah.
Langkah pertama adalah dengan menyediakan ruang terbuka. Ini adalah elemen utama dan paling penting dari lingkungan Montessori yang nyaman di rumah. “Tanpa ruang yang memadai, anak akan terbatasi dalam kemampuan mereka untuk belajar dan menjelajahi lingkungan sekitarnya,” ujar dia dalam keterangan resminya, Rabu (5/7)
Salah satu strategi penting lainnya, kata dia, adalah merotasi mainan agar anak tidak bosan. Teknik ini memungkinkan orang tua untuk menyajikan materi pembelajaran yang dapat sepenuhnya menarik minat anak, sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Untuk menentukan mainan mana yang harus disimpan untuk jangka waktu tertentu, perhatikan bagaimana anak berinteraksi dengan mainan tersebut. Sediakan kumpulan mainan yang benar-benar disukai oleh mereka.”
Pastinya setiap orang tua ingin anak mereka menjadi mandiri dalam lingkungan Montessori di rumah. Namun, keamanan mereka juga merupakan prioritas yang sangat penting. Ketika merancang ruangan ini, pastikan untuk menjaga keamanan dan membuatnya ramah anak serta inklusif.
Sony menyarakan untuk memilih furniture dan rak yang sesuai untuk anak-anak agar mereka dapat bermain dan belajar dengan mudah. “Ini juga akan meningkatkan kemandirian mereka ketika beraktivitas di ruangan tersebut.”
Selain itu, mainan sensorik juga memiliki peranan yang sangat penting dalam lingkungan Montessori di rumah. Selain mainan edukatif dan peralatan pembelajaran lainnya, penting untuk memastikan anak memiliki mainan sensorik.
Hal ini akan membantu memaksimalkan pembelajaran dan interaksi anak ketika mereka bermain, karena mereka menggunakan panca indera. Menurut para ahli Montessori, jenis pembelajaran ini dianggap sangat efektif.
Ada kecenderungan alami untuk memilih warna-warna yang cerah ketika menghias ruang belajar atau ruang bermain anak. Namun, dalam metode Montessori, hal ini tidak disarankan. Anak-anak akan lebih baik dalam beraktivitas saat berada di lingkungan yang tenang. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan desain warna alami atau sederhana. Dengan demikian, mereka dapat memaksimalkan interaksi dan pembelajaran.
Menyediakan Buku-buku
Membaca buku adalah kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak dari segala usia, terutama untuk anak-anak usia dini. Hal itu karena pada usia tersebut, kemampuan kognitif anak sedang dalam tahap perkembangan.
“Penting untuk memilih buku yang sesuai dengan usia anak tersebut. Buku-buku ini dapat ditempatkan di dalam lingkungan Montessori yang nyaman di rumah Anda..” ujar Sony.
Pembelian berbagai macam mainan untuk anak-anak adalah hal umum yang dilakukan oleh orang tua. Namun, pendekatan ini tidak efektif karena dapat membuat anak merasa kesulitan. Hal ini juga bertentangan dengan upaya Anda untuk membantu mereka belajar.
Disarankan untuk menyediakan jumlah mainan dan bacaan yang minimal. Ini akan membantu orang tua dalam mengatur ruangan dengan lebih mudah dan anak merasa nyaman.
Untuk lebih jelasnya Anda dapat melihat pilihan program Montessori dengan mengunjungi Instagram @Sunshine Teachers' Training. (RO/M-3)
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Learning Time, brand yang berfokus pada metode bermain efektif untuk anak usia dini, meluncurkan inovasi terbaru mereka, Learning Time Storytelling Series, pada Sabtu, 11 Oktober 2025.
Materi yang disampaikan penerapan prinsip pengasuhan positif, strategi membantu anak mengatur emosi, hingga penyusunan rutinitas sehat yang dapat dilakukan di rumah.
Sejumlah riset tentang otak menunjukkan bahwa fondasi penting dalam kehidupan manusia bukan lagi berada di usia sekolah dasar.
Melihat antusiasme yang tinggi dan dampak positif yang dihasilkan, Beeme Indonesia telah menyiapkan batch kedua Beeme Got Mini Talent.
Rumah Anak SIGAP Bandarharjo merupakan hasil inisiasi kerja sama antara Tanoto Foundation dan Pemerintah Kota Semarang.
Studi terbaru mengungkap teknik "meta-cognitive doubt". Meragukan pikiran negatif ternyata lebih efektif untuk kembali berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), melaksanakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
Dialah Saparinah Sadli, perempuan berusia 99 tahun yang menjadi saksi hidup perjalanan panjang ilmu psikologi dan gerakan perempuan di Indonesia.
Talentlytica bersama Unit Usaha Akademik Unpad akan menggelar Workshop Pauli Reimagined pada 4 Oktober mendatang di Bandung, Jawa Barat
Penggunaan pacar AI di platform seperti Character.AI makin populer, tetapi pakar memperingatkan risikonya.
Cinta bukan hanya soal perasaan, tapi juga ilmiah. Pelajari efek hormon ini saat jatuh cinta dan patah hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved