Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Setiap orang pernah merasa tidak terhormat, tidak berharga, atau tidak pantas. Semua perasaan itu terkait dengan satu emosi yang kuat yaitu rasa malu. Rasa malu dapat memberikan dampak positif, seperti lebih mengintrospeksi diri akan kekurangan dan belajar untuk memperbaiki diri.
Namun, ketika rasa malu juga bisa menjadi bermasalah dan dapat memengaruhi perkembangan diri, dan kita mungkin mulai menilai diri sendiri dengan buruk. Kritik batin terus-menerus ini dapat membuat Anda merasa seperti orang jahat atau tidak berharga.
Pertanyaannya, situasi atau faktor apa yang membuat kita merasa malu pada diri sendiri secara berlebihan? Menurut para psikologi, ada lima faktor yang menyebabkan rasa malu kronis, seperti dilansir dari situs kesehatan mental, Calm Sage, Selasa (13/6).
1. Kesadaran diri
Kesadaran diri adalah salah satu faktor penting karena sadar akan penilaian kita. Anda merasa bahwa Anda berada dalam "sorotan" dan apa pun yang Anda lakukan akan selalu dianggap "salah" karena norma masyarakat.
Misalnya, Anda menghadiri pesta kantor, semua orang berpakaian santai dan Anda memutuskan untuk mengenakan sesuatu yang mencerminkan kepribadian Anda, kritik batin Anda akan segera diaktifkan dan Anda akan merasa semua orang menilai Anda.
2.Menyalahkan diri sendiri
Menyalahkan diri sendiri muncul ketika kita mulai membuat keputusan yang terlihat baik bagi kita tetapi tidak bagi banyak orang. Saat kita mulai menyalahkan diri sendiri, kita cenderung merasa bersalah dan malu.
Misalnya, Anda mencoba memulai hubungan baru dan Anda salah menilai sifat negatifnya, kemudian Anda akan merasa bersalah atau malu karena tidak berfokus pada tanda bahaya atau red flags yang ternyata sudah terlihat sejak awal memulai hubungan.
3. Harga diri
Harga diri adalah sifat yang meningkatkan keunikan kita dan memperlihatkan diri kita yang sebenarnya. Ketika seseorang mengalami situasi yang buruk, mereka cenderung menyalahkan diri sendiri dengan buruk, dan dalam beberapa situasi, ini menjadi lebih sering dan berulang.
4. Standar
Tindakan, perasaan, dan pikiran kita sepenuhnya didasarkan pada standar atau norma sosial kita. Ketika faktor-faktor ini terpengaruh, kita cenderung mengalami rasa malu dan bersalah.
5. Sifat pribadi
Pada sebuah momen tertentu, orang yang sadar akan tindakan, perilaku, gerakan, dan segalanya pada dirinya sendiri, mereka cenderung malu.
Namun, yang harus diingat, rasa malu dan rasa bersalah adalah dua istilah berbeda dengan arti berbeda. Sebab itu, Anda tidak boleh menyamakan kedua perasaan ini. Rasa malu dialami ketika seseorang menyampaikan kritik terhadap karakter Anda. Sedangkan rasa bersalah dialami saat Anda melakukan sesuatu di masa lalu yang menghantui Anda.
Selain itu, rasa malu tidak dapat diterima oleh sebagian orang dan dapat memiliki berbagai efek kesehatan mental jangka panjang. Sementara itu, rasa bersalah membuat Anda merasa kurang berharga atau tertekan karena terus membawa Anda ke masa lalu.
Perbedaan lainnya, rasa malu dapat menyebabkan perasaan tidak berharga, tidak pantas, dan banyak lagi. Sedangan, rasa bersalah lebih tentang menjadi salah sebagai pribadi. (M-3)
RESOLUSI tahun baru sebaiknya dimulai dari target yang masuk akal agar proses menjalaninya terasa lebih ringan dan tidak berubah menjadi tekanan atau hukuman atas kekurangan pribadi.
Remaja saat ini lebih membutuhkan dukungan emosional dan pendampingan untuk menavigasi kompleksitas ruang siber.
DPR mendorong adanya keterlibatan ahli dan profesional dalam menanggulangi kasus bullying agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Perilaku perundungan atau bullying tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari proses belajar anak terhadap lingkungan terdekatnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Semakin remaja mengenali emosi dan nilai-nilainya, semakin mudah ia menentukan langkah dan pilihan hidup yang sesuai.
Psikolog sekaligus Founder dan Direktur Personal Growth Counseling & Development Center, Ratih Ibrahim menanggapi peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta.
Banyak yang salah kaprah, healing artinya sering disamakan dengan liburan. Padahal, maknanya berkaitan erat dengan pemulihan trauma dan kesehatan mental.
Ulasan mendalam Broken Strings oleh Aurelie Moeremans, perjalanan musik sang aktris, dan alasan mengapa karyanya begitu menyentuh hati.
Riset terbaru menunjukkan suhu bukan sekadar soal kenyamanan, tapi kunci kesehatan mental dan kesadaran diri.
Psikolog Virginia Hanny menjelaskan fenomena post holiday blues yang kerap menyerang pekerja dan pelajar usai liburan. Kenali gejalanya dan kapan harus waspada.
Sebelum tragedi pembunuhan Rob Reiner dan istrinya, polisi ternyata pernah dua kali mendatangi rumah mereka terkait isu kesehatan mental Nick Reiner.
Tim dokter FKUI dan relawan UI Peduli memberikan dukungan psikososial dan layanan medis bagi penyintas banjir dan longsor di Samar Kilang, Aceh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved