Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Menjelang Lebaran, penghasilan pengusaha makanan dan pakaian di Pakistan biasanya kebanjiran order. Namun, tahun ini, dengan inflasi yang membumbung tinggi, banyak yang khawatir mereka bahkan tidak akan mampu membayar sewa bulanan kios mereka. "Tidak ada pelanggan, tidak ada pembeli," kata Shehzad Ahmed, yang mengelola toko yang menjual tas, perhiasan, dan barang lainnya di kota timur Lahore, seperti dikutip AFP, Rabu (19/4)
Di negara Asia Selatan berpenduduk lebih dari 220 juta orang itu inflasi secara years on years mencapai 35,4% di bulan Maret. Harga makanan melonjak lebih dari 47% dalam 12 bulan, sementara biaya transportasi naik 55%
Pakistan juga terlilit utang dan perlu memperkenalkan reformasi yang serius untuk membuka bantuan dana talangan US$6,5 miliar dari Dana Moneter Internasional guna menghindari gagal bayar.
Perekonomian merosot lantaran kesalahan manajemen keuangan dan ketidakstabilan politik selama bertahun-tahu. Situasi itu diperburuk oleh krisis energi global dan banjir dahsyat pada tahun lalu yang membuat sepertiga wilayah negara itu terendam dan merusak sektor pertanian.
Kini, di akhir Ramadan, Idul Fitri, yang umumnya dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia dengan berkumpul bersama kerabat dan teman, saling bertukar hadiah, dan berdandan dengan pakaian dan sepatu baru, sepertinya tak lagi ceria dirayakan masyarakat Pakistan.
"Jumlah pembeli jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu dan itu karena inflasi," kata pedagang Saif Ali kepada AFP.
Sheikh Amir, pemilik toko kecil yang menjual gelang dan perhiasan imitasi lainnya mengatakan dia biasanya dapat memperoleh cukup uang sepanjang tahun selama Idul Fitri. "Akhir-akhir ini menjadi sangat sulit. Tapi, kami harus tetap berusaha dengan harapan akan dapat menghasilkan cukup uang untuk membayar sewa toko."
Distrik perbelanjaan besar di seluruh negeri biasanya mengalami lonjakan pendapatan dalam seminggu menjelang lebaran. Di pusat kota, pasar dan toko tetap buka sampai lewat tengah malam. Banyak di antaranya menggelar obral khusus, untuk menarik pelanggan. "Usaha kami melambat," kata Ali, yang berharap bisa menjual ratusan selendang bordir menjelang Idul Fitri.
Menurut Fatima Azhar Mehmood, ibu tujuh putri, untuk Lebaran kali ini ia akan menghemat anggaran. "Saya harus berbelanja baju untuk mereka, dan pada saat yang sama saya harus membeli barang untuk keperluan rumah," katanya.
Alih-alih membeli pakaian siap pakai untuk anak-anak perempuannya, Fatima pergi berbelanja kain di Distrik Old Lahore dan berencana menjahit sendiri. "Kami harus membagi jatah, membeli keperluan untuk anak-anak dan juga bayar uang sewa rumah yang segera jatuh tempo," katanya.
Siasat berhemat juga dilakukan Amna Asim, warga Pakistan lainnya. Dia memutuskan hanya anak-anak yang akan mendapatkan baju Lebaran, sedangkan yang telah dewasa tidak. "Belanja untuk anak-anak adalah suatu keharusan," katanya. "Kita tidak bisa mengabaikan anak-anak. Bahkan, jika perlu kita berkorban untuk kebahagian mereka,” ujarnya. (M-3)
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati hari ini (21/2) turun jadi Rp55.000/kg usai diguyur pasokan Kementan. Cek detail harganya di sini.
Hukum salat Idul Adha yaitu sunah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak.
Pemerintah Kabupaten Blora kandangkan belasan mobil operasional kecamatan yang baru dibagikan di Kantor sekretariat daerah (setda) agar tidak dipergunakan untuk mudik lebaran.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid meminta maaf atas penolakan izin penggunaan Lapangan Mataram untuk salat ied.
Kali ini, hewan kurban FIF Group yang disalurkan adalah 3 ekor sapi dan 363 ekor kambing dengan nominal mencapai Rp 1,3 miliar berasal dari Dana Sosial Syariah.
Dasar pelaksanaanya, lanjut Jibril, merujuk pada Peraturan KPK No. 2 Tahun 2019 tentang Pelaporan Gratifikasi, dan Permen BUMN Nomor PER-09/MBU/2012
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved