Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Pesawat antariksa Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA menangkap gambar bukit pasir di Mars yang dari atas tampak seperti polkadot. Sebelumnya, Kamera Eksperimen Pencitraan Resolusi Tinggi atau HiRise MRO telah memotret beberapa bukit pasir berbentuk bulan sabit.
Ahli geologi planet, Alfred McEwen, mengatakan bentuk dan ukuran bukit pasir di Mars memang bervariasi. Namun, McEwen mengatakan bukit pasir dengan bentuk polkadot jarang terjadi.
"Bukit pasir dengan berbagai bentuk dan ukuran adalah umum di Mars. Dalam contoh ini, bukit pasir hampir bulat sempurna, yang tidak biasa," tulis McEwen untuk fitur picture-of-the-day HiRise, Kamis (9/3).
Baca juga : Ada Beruang di Planet Mars?
McEwen mengatakan bukit pasir dengan bentuk polkadot tersebut jika dilihat dari dekat tidak memiliki lingkaran yang sempurna. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh kecepatan angin. Diketahui, mars merupakan planet yang berdebu, berpasir, berangin, sehingga menjadi tempat yang sempurna untuk pembentukan bukit pasir.
"Bukit pasir masih sedikit asimetris, dengan permukaan slip yang curam di ujung selatan. Ini menunjukkan bahwa pasir umumnya bergerak ke selatan, tetapi anginnya mungkin bervariasi," kata McEwen.
Seperti diketahui, kamera HiRise dioperasikan dari University of Arizona, Amerika Serikat. Kamera tersebut mempelajari perubahan di belahan utara Mars saat musim dingin perlahan berubah menjadi musim semi. Area bukit pasir polkadot sebenarnya tertutup embun beku. Bukit itu tidak lagi terlihat pada gambar terbaru yang diambil pada 22 November 2022.
(Z-9)
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved