Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIF berolahraga tidak cukup untuk membantu anak-anak menghindari obesitas. Demikian hasil studi tim dari University of Toronto, Kanada dan University of California-San Francisco, Amerika Serikat (AS), yang dilansir situs Study Finds, Selasa (14/2).
Peneliti melaporkan jika anak yang akttif banyak berolahraga tetap berisiko obesitas jika menghabiskan delapan jam atau lebih di depan layar setiap hari. Kebiasaan menggunakan gawai ini disebut juga screen time.
Salah satu anggota peneliti yang “Menghabiskan sebagian besar waktu luang di depan layar dapat menggantikan waktu untuk aktivitas penting lainnya termasuk aktivitas fisik, sosialisasi, dan tidur,” kata penulis utama Jason Nagata, MD, asisten profesor pediatri di University of California-San Francisco.
Para peneliti dalam studi yang telah diterbitkan dalam Journal of General Internal Medicine ini mencapai kesimpulan tersebut setelah menanyakan 5.797 praremaja (10-14 tahun). Selain itu, perangkat elektronik untuk melacak aktivitas, Fitbit membantu melacak langkah harian para peserta.
Pada awal pandemi covid-19, praremaja melaporkan rata-rata delapan jam waktu layar per hari. Anggota peneliti lainnya, Kyle Ganson, PhD, asisten profesor di University of Toronto, menyarankan orangtua harus mendorong anak-anak mereka untuk lebih banyak bergerak.
Penelitian lain, juga diterbitkan dalam Journal of General Internal Medicine, mengumpulkan bukti kuat yang menunjukkan bahwa waktu layar selama masa remaja memiliki hubungan dengan obesitas, diabetes, dan lingkar pinggang yang lebih besar sekitar 24 tahun kemudian. Proyek itu menilai sampel perwakilan nasional dari 7.105 remaja selama lebih dari dua dekade.
“Orangtua harus berbicara secara teratur dengan anak-anak mereka tentang penggunaan layar dan mencegah waktu yang berlebihan dihabiskan di depan layar,” kata Prof. Nagata yang merupakan salah satu peneliti. “Orangtua dapat mendorong waktu bebas layar sebelum tidur atau selama makan bersama keluarga. Orangtua juga dapat bertindak sebagai panutan bagi anak-anak mereka dengan waktu layar dan aktivitas fisik mereka sendiri," pungkasnya. (M-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved