Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi kopi terbesar di dunia. Menurut United States Department of Agriculture Foreign Agricultural Service dalam laporannya “Coffee: World Markets and Trade”, Indonesia menempati urutan ke-6 negara peminum kopi teringgi di luar Uni-Eropa. Konsumsi dunia secara umum juga meningkat, apalagi pada masa pandemi. Indonesia juga adalah produsen kopi terbesar di dunia dengan angka produksi 10,5 juta karung kopi (berat satu karung adalah 60 kilogram). Meskipun dalam volume dan nilai masih lebih rendah dari tahun 2013, industri kopi Indonesia mengalami tren kenaikan sejak 2018.
Akan tetapi, pertumbuhan industri kopi yang cenderung meningkat ini, belum serta-merta mengangkat secara signifikan derajat kesejahteraan petani dan pekebun kopi. Mereka belum dapat menikmati kenaikan harga kopi karena tekanan harga dari pedagang yang ingin mendapatkan harga semurah-murahnya dari petani kopi. Para petani tidak dapat lepas dari sistim perdagangan yang tidak adil itu karena belum ada alternatif sistem lain yang lebih baik di tengah-tengah mereka.
Petrus Hariyanto, salah seorang penyintas gagal ginjal dan aktivis demokrasi era 90-an, merasa penting untuk memperkuat lagi gagasan untuk menjembatani ekonomi perdagangan yang lebih adil antara produsen di wilayah perdesaan dengan konsumen di perkotaan. Petrus merasa inisiatif ini harus segera dimulai dan tidak perlu menunggu uluran tangan dari negara. Setiap warga negara yang memiliki kemandirian gagasan dan tindakan politik merupakan modal awal minimal yang cukup untuk memulai gerakan tersebut secara partisipatoris bersama dengan warga yang lain.
Atas dasar itu, Petrus mengawali gerakan tersebut dengan membuat produk kantong kopi (Drip Coffee) dengan nama Peter Hari Coffee. Produk ini mengambil bahan baku kopi dari para pekebun kopi di dusun Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Cianjur, Jawa Barat. Para petani kopi di Sarongge adalah mantan petani sayur di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Mereka menanam tanaman kopi lebih dari sekadar menambah penghasilan tetapi ikut menginisasi upaya merawat hutan. Mereka juga memanfaatkan dengan baik izin perhutanan sosial yang diberikan negara untuk ditanami tanaman kopi.
Menurut Petrus inisiatif baik ini harus dirawat agar terus berkembang dan menular kepada petani-petani lain. “Hal ini dapat dimulai dengan mengajak masyarakat yang peduli dengan kesejahteraan petani dan sadar tentang kelestarian lingkungan hidup untuk mendukung dan berpartisipasi membeli hasil panen para petani kopi tersebut secara langsung,” ujarnya saat acara softlaunching Peter Hari Coffee di Kedai Tempo, Jakarta, MInggu (6/11)
Produk kopi kantong Peter Hari Coffee, seri “Pembakar Semangat” terdiri dari house blended kopi fine Robusta dan Arabica dari Sarongge. Petrus berharap dengan membuat kantong kopi ini maka sirkulasi ekonomi yang berkeadilan akan mulai tercipta. (RO/M-3)
Penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi yang jauh lebih luas, termasuk potensi sebagai agen antidiabetes.
Kafein dalam dosis tinggi dapat merangsang sistem saraf simpatis, yang berdampak pada meningkatnya detak jantung serta munculnya rasa gelisah
Program Desa Sejahtera Astra berhasil meningkatkan pendapatan petani kopi Garut dari Rp1,3 juta menjadi Rp3,7 juta per bulan serta menembus pasar ekspor.
Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) berpartisipasi dalam Japan International Food & Beverage Expo (JFEX) 2025 pada 3 - 5 Desember di Makuhari Messe, Tokyo, Jepang.
Meningkatnya konsumsi kopi dunia mendorong negara-negara produsen untuk semakin agresif memperkenalkan karakter kopi mereka ke pasar global.
Tanggal 5 Desember diperingati sebagai Hari Kopi Turki Sedunia. Tanggal ini dipilih untuk menandai pengakuan Kopi Turki oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2013.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved