Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
BENDA terbang yang tidak teridentifikasi atau yang kita kenal selama ini sebagai UFO, memang masih menjadi misteri. Meski sejumlah orang mengaku pernah melihat benda tersebut, sejauh ini belum ada lembaga atau pemerintah yang serius menyelidikinya dan mengungkapkannya kepada publik. Namun, pemerintah AS berjanji akan menyelidiki fenomena tersebut dengan sungguh-sungguh dan menjadikan UFO sebagai bagian dari investigasi arus utama mereka.
Berbicara di depan kongres pada Senin (31/11) lalu, Pejabat intelijen AS menyampaikan laporan terbaru tentang penampakan UFO, yang sebagiannya diharapkan akan dideklasifikasi dan tersedia secara online akhir pekan ini. Ini adalah langkah terbaru dari serangkaian investigasi dari lembaga-lembaga Amerika yang dihormati.
Berkas terbaru dari Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) memperbaharui laporan tahun 2021 yang menyelidiki 144 penampakan UFO, yang tidak dapat dijelaskan antara tahun 2004 dan 2021 oleh sumber-sumber pemerintah AS, termasuk personel militer.
Jika laporan tahun 2021 menandai perubahan sikap terhadap apa yang secara resmi disebut Unexplained Aerial Phenomena (UAP), itu artinya diskusi terkait UFO telah berkembang pesat.
Laporan minggu ini adalah yang pertama dari serangkaian berkas tahunan yang dijanjikan dalam RUU Pertahanan AS 2022 hingga 2026. Pada sidang Kongres pada musim semi 2022, yang pertama tentang UFO sejak penyelidikan besar pemerintah dihentikan pada 1969, pejabat Pentagon mengatakan bahwa jumlah insiden (penemuan/penampakan UFO) yang sedang diselidiki telah meningkat menjadi lebih dari 400 kasus.
Universitas Harvard pada Juli 2022 juga menandai peringatan satu tahun Proyek Galileo yang bertujuan untuk mengubah pencarian kehidupan ekstra-terestrial "dari pengamatan dan legenda yang tidak disengaja atau anekdot, menjadi arus utama penelitian ilmiah yang transparan, tervalidasi, dan sistematis".
Pada Oktobe lalu, NASA memulai studi independennya sendiri untuk mengamati peristiwa di langit yang tidak dapat diidentifikasi sebagai pesawat terbang atau sebagai fenomena alam yang tidak diketahui. Penelitian ini akan menjadi dasar untuk penyelidikan di masa depan dengan mengidentifikasi bagaimana data tidak rahasia yang dikumpulkan oleh warga sipil, organisasi, pemerintah dan sumber lain, dapat dianalisa untuk menjelaskan UAP/UFO.
“Jika ada sesuatu yang menarik di luar sana, saya pikir kita akan segera tahu. Ada kemungkinan penemuan ilmiah yang nyata,” kata Michael A. Garrett, ketua Sir Bernard Lovell Academy dalam astrofisika di Universitas Manchester dan direktur Pusat Astrofisika Jodrell Bank.
Minat baru pada UFO dipicu oleh serangkaian penampakan benda asing oleh personel militer AS. Di antara salah satu yang paling banyak dibahas adalah pertemuan mereka dengan objek berbentuk lonjong mirip permen tic-tac.
“Benda itu tampak putih, lonjong, tidak ada permukaan kontrol kemudi pesawat, tidak ada sarana penggerak fisik yang jelas,” kata pensiunan Letnan Komandan Angkatan Laut AS Alex Dietrich, salah satu awak yang melihat benda itu selama misi pelatihan militer. Dia mengatakan kepada PBS, situs berita yang menyajikan sejumlah kesaksian tentang penampakan UFO, pada 2001, "Benda itu bergerak dengan cara yang tidak kami kenali dan tidak dapat kami klasifikasikan."
Sampai sejauh ini belum ada penjelasan resmi dari pemerintah. Dalam laporan tahun 2021, para analis dapat menjelaskan hanya satu dari 144 penampakan UFO yang dilaporkan, yang ternyata adalah balon besar yang kempes.
Dalam pembaruan laporan tahun 2022, setengah dari total 366 kasus tetap tidak dapat dijelaskan. Yang dapat dijelaskan sebagian besar dianggap sebagai sampah luar angkasa atau spyware asing, yang sebagian besarnya dari Tiongkok.
Kongres dengan cepat menyangkal bahwa penyelidikan UFO ada hubungannya dengan perburuan bukti kehidupan di luar bumi, alih-alih berfokus pada potensi risiko teknologi yang tidak diketahui dari negara lain yang memasuki wilayah udara Amerika.
NASA juga mengatakan sedang melakukan studinya untuk tujuan ilmu pengetahuan dan keselamatan udara. Tetapi kurangnya penjelasan resmi menjadi lahan subur bagi teori konspirasi untuk terus berkembang.
Dalam beberapa tahun terakhir, penampakan UFO oleh masyarakat awam juga meningkat. Data dari Database Pusat Pelaporan UFO Nasional, sebuah LSM yang berbasis di Washington, menunjukkan penampakan mencapai titik tertinggi sepanjang masa di AS pada April 2020.
Bukan kebetulan bahwa penampakan yang dilihat oleh masyarakat memuncak selama masa penguncian (lockdown) Covid pertama di AS. “Popularitas teori konspirasi naik dan turun tergantung pada situasi sosial dan debat yang terjadi di masyarakat,” kata Sander van der Linden, profesor psikologi di Universitas Cambridge dan penulis “FOOLPROOF: Why We Fall for Misinformation”.
Tetap berpikiran terbuka
Namun keraguan atas transparansi pemerintah dalam hal penampakan benda luar angkasa ini tidak sepenuhnya salah. Teori konspirasi UFO didorong oleh pemerintah pada era Perang Dingin yang ingin mempertahankan suasana misteri seputar spyware AS yang sedang diuji di dekat Roswell, New Mexico. Pada 2017 Pentagon diketahui menjalankan program rahasia senilai US$22 juta untuk menyelidiki UFO.
Namun, janji mereka untuk mengungkapnya ke publik tidak pernah dilakukan. Kini dengan janji deklasifikasi informasi di hadapan kongres, mereka sepertinya akan lebih transparan.
“Saat ini bukti disajikan dengan sangat buruk dan tidak memiliki spesifikasi teknis yang terkait dengannya. Yang sebenarnya kami butuhkan adalah data dan analisis ilmiah yang nyata,” kata Garrett.
Dengan kamera berkualitas tinggi yang dapat menangkap gambar secara jernih, ada potensi untuk semua jenis temuan baru. "Itu bisa berupa meteorit yang memasuki atmosfer bumi, satelit yang mengalami deorbit... siapa tahu, mungkin ada fenomena alam yang harus ditemukan. Jadi penting untuk tetap berpikiran terbuka.” tambah Garett.(AFP/M-3)
Wahana Curiosity milik NASA menemukan formasi geologi unik berbentuk “jaring laba-laba” di Mars. Fenomena boxwork ini diyakini terbentuk dari aktivitas air purba.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
NASA melalui observatorium Chandra dan teleskop James Webb menemukan protocluster galaksi purba JADES-ID1 yang terbentuk sangat awal, menantang teori pembentukan struktur alam semesta.
Fenomena parade planet akan menghadirkan enam planet di langit malam pada akhir Februari.
Ilmuwan mengusulkan misi luar angkasa untuk mengejar komet antarbintang 3I/ATLAS dengan memanfaatkan manuver Oberth dekat Matahari.
NASA mengklasifikasikan misi Boeing Starliner sebagai kecelakaan Tipe A setelah dua astronot terdampar di luar angkasa. Laporan investigasi menyoroti kegagalan sistem dan pengawasan.
Presiden AS Donald Trump tegaskan kendali penuh atas opsi militer terhadap Iran dan bantah rumor penolakan dari Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.
Iran peringatkan AS bahwa serangan sekecil apa pun dianggap agresi. Teheran siaga penuh sambil tetap upayakan negosiasi nuklir intensif di Jenewa Kamis ini.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved