Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah merebaknya kasus gagal ginjal akut pada anak-anak dalam beberapa waktu belakangan ini, Kementerian Kesehatan mengimbau orangtua tidak dulu menggunakan obat berbentuk cair atau sirup untuk pengobatan anak-anak mereka.
Sebagai alternatif, orangtua bisa menggunakan puyer atau pil/tablet.
Tentu saja itu bukan hal mudah mengingat banyak anak zaman sekarang lebih terbiasa dengan obat berbentuk cair. Ada baiknya orangtua mulai mengajari anak-anak untuk bisa minum obat dalam bentuk pil atau tablet.
Keterampilan ini dibutuhkan saat obat berbentuk sirup dilarang digunakan seperti saat ini. Selain itu, keterampilan ini juga diperlukan untuk efektivitas pengobatan. Faktanya, beberapa jenis obat tertentu lebih ampuh apabila dikonsumsi dalam bentuk pil atau tablet, yang diminum harus ditelan utuh dan tidak boleh digerus atau dikunyah.
Menggerus atau mengunyah, pada obat tertentu, justru bisa berbahaya atau membuat obat tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, cepat atau lambat orangtua harus mengajari anak minum obat berbentuk pil atau tablet.
Kapan Anak Harus Belajar?
Usia di mana anak-anak dapat belajar menelan pil atau tablet dengan baik bervariasi. Secara umum, anak-anak harus berusia minimal 4 tahun dan pada tahap ketika mereka tampak bersikap kooperatif dan termotivasi untuk mempelajari keterampilan baru.
Selain itu, orangtua harus menghindari membandingkan anak Anda dengan anak-anak lain, bahkan saudara kandung. Sebab, tidak semua anak bisa menelan pil atau tablet dengan waktu cepat. Pembelajaran ini juga tidak instan, butuh waktu untuk melatih anak hingga terbiasa.
Melansir dari situs kesehatan anak, kidshelath.org, berikut beberapa trik mengajari anak menelan obat pil atau tablet.
1. Ambil Waktu Santai
Anda bisa mencari waktu-waktu santai anak dan berikan pemahaman terlebih dahulu ke anak mengapa minum obat itu penting sehingga mereka akan merasa senang meminumnya.
Kemudian modelkan perilakunya. Jika memungkinkan, biarkan anak-anak melihat Anda minum salah satu obat pil atau tablet Anda sendiri atau multivitamin sebelum giliran mereka.
Anda tidak boleh memaksa ketika anak belum berani untuk mencoba. Anda bisa meminta anak mencoba lagi di lain waktu. Dalam satu sesi waktu belajar minum obat atau vitamin pil atau tablet, Anda sebaiknya membatasi waktu hanya sekitar 5-10 menit.
2. Mulai dari yang kecil
Orangtua dapat mencoba mengajari anak dengan obat pil atau tablet yang berukuran kecil terlebih dahulu. Kemudian, ditaruh di tengah lidah lalu diguyur dengan air minum.
Apabila mereka berhasil melakukannya dengan lancar, barulah Anda bisa melanjutkan dengan obat atau vitamin berbentuk pil atau tablet yang berukuran lebih besar.
Ini dilakukan secara bertahap hingga anak bisa menelan obat atau vitamin berbentuk pil atau tablet yang sesuai dengan asupan kebutuhan, dengan ukuran yang tepat.
3. Ajarkan langkah-langkahnya
Anda perlu mengajari anak langkah-langkah untuk meminum obat atau vitamin pil atau tablet sembari mempraktikannya. Untuk menelan pil, anak-anak harus:
- Duduk tegak dengan kepala terpusat dan lurus.
- Miringkan kepala mereka sedikit ke belakang. Bersandar terlalu jauh ke belakang dapat membuat lebih sulit menelan.
- Minum beberapa teguk air untuk "berlatih" menelan.
- Letakkan pil di lidah anak dan kemudian minum airnya lagi.
4. Berikan Apresiasi
Apresiasi upaya anak Anda, terlepas dari berhasil atau tidaknya ia menelan pil atau tablet tersebut. Jika belum berhasil dan ia menolak melakukannya lagi, turuti. Anda bisa mencoba di lain waktu. (M-2)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved