Rabu 12 Oktober 2022, 07:57 WIB

Ilmuwan di Selandia Baru Berupaya Kurangi Sendawa Sapi untuk Atasi Perubahan Iklim

Devi Harahap | Weekend
Ilmuwan di Selandia Baru Berupaya Kurangi Sendawa Sapi untuk Atasi Perubahan Iklim

Unsplash.com/Eric Schroen
Peternakan sapi di Selandia Baru

 

Gas metana yang dikeluarkan dari mulut hewan, seperti sapi dan domba turut berkontribusi pada perubahan iklim. Oleh karena itu, pemerintah Selandia Baru berencana menjadi negara pertama yang menetapkan pajak/denda untuk emisi agrikultur, termasuk sapi dan domba yang bersendawa. Rencana ini menjadi salah satu rencana untuk mengatasi perubahan iklim.

Diketahui emisi agrikultur menyumbang sekitar setengah dari emisi gas rumah kaca negara itu. Akan tetapi para petani menolak dan mengutuk rencana yang akan diimplementasikan pada tahun 2025 itu.

Dilansir dari BBC pada Selasa (11/10), penduduk Selandia Baru hanya berjumlah 5 juta orang, sedangkan jumlah sapi biasa dan perah angkanya mencapai 10 juta ekor, ditambah dengan jumlah domba mencapai sekitar 26 juta ekor.

Para peneliti mengatakan saat hewan ternak tersebut bersendawa, akan menghasilkan emisi gas metana yang membuat iklim bumi menjadi lebih panas, serta urin mereka yang menghasilkan emisi gas dinitrogen oksida yang bisa merusak vegetasi.

Untuk menyiasati hal tersebut, para peneliti memberikan Kowbucha atau bubuk prebiotik kepada puluhan sapi agar bisa mengurangi sendawa yang bisa menyebabkan emisi gas metana tersebut. Bubuk Kowbucha dicampurkan ke susu yang diberikan kepada anak-anak sapi tersebut di peternakan Universitas Massey, Palmerston Utara seperti dilansir dari Japan Times pada Selasa (11/10).

Pemberian jenis pakan reguler ini adalah bagian dari serangkaian uji coba yang dilakukan jenama susu cukup terkenal di Selandia Baru, Fonterra sejak 2021 untuk mengukur seberapa efektif probiotik dalam mengurangi emisi metana yang dihasilkan dari sendawa sapi. Hal ini sejalan dengan komitmen Selandia Baru dalam memangkas emisi metana biogenik sampai 47% pada 2050.

Ilmuwan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Fonterra, Shalome Basset mengatakan, percobaan awal menunjukkan anak sapi mengeluarkan metana hingga 20% lebih sedikit diberikan suplemen probiotik.

"Probiotik sangat bagus karena merupakan solusi yang sangat alami. Apa pun yang kami lakukan, itu harus sesuatu yang mudah digunakan oleh peternak, harus hemat biaya, dan kami harus memastikan bahwa itu baik untuk sapi dan tidak berpengaruh pada susu," kata Bassett.

Beberapa aditif pakan yang tersedia di luar negeri terbukti lebih efisien. Aditif pakan Bovaer Royal DSM dapat mengurangi emisi metana hingga 30% pada sapi perah dan lebih banyak lagi pada sapi potong.

Fonterra mengatakan, Kowbucha kemungkinan memberikan solusi alami yang lebih mudah. Petani hanya perlu memberi makan anak sapi ketika sedang dipelihara, mengingat hal itu diharapkan memiliki dampak yang bertahan lama.

Menurut Bassett, hasil uji coba yang sedang berlangsung telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Jika itu terus berlanjut, Fonterra berharap bisa menjual Kowbucha sachet di toko-toko pada akhir 2024, sebelum kebijakan mengenai petani yang harus mulai membayar pajak sendawa hewan ditetapkan.

Pada Mei lalu, pemerintah Selandia Baru mengatakan akan menganggarkan 380 juta dolar Selandia Baru untuk penelitian selama empat tahun guna mengatasi emisi agrikultur.

Selain optimisme awal mengenai Kowbucha, para ilmuwan AgResearch mengatakan pada Desember 2021 lalu, mereka telah berhasil membiakkan domba dengan produksi metana rendah. Sementara produk yang disebut EcoPond yang hampir menghilangkan metana dalam limbah peternakan telah dijual sejak akhir tahun 2021.

Beberapa domba secara alami menghasilkan lebih sedikit metana daripada yang lain, AgResearch menemukan bahwa domba dengan emisi terendah menghasilkan hampir 13% lebih sedikit metana daripada penghasil emisi tertinggi.

Saat ini industri susu sekarang mencari cara untuk menerapkan penelitian itu pada sapi. Jika pembiakan seperti itu dilakukan di tingkat nasional, secara perlahan biaa mengurangi emisi metana Selandia Baru.(M-3)

 

Baca Juga

MI/Tiyok

Jon Bodo: Tausiyah di Masjid

👤Tiyok 🕔Minggu 05 Februari 2023, 05:35 WIB
WUIIIH..rapi banget pake baju kokok segala, mau kemana...
DOK FARIS ALAUDIN

Ritual Mengawinkan Tembakau di Lereng Sindoro

👤ERWIN ABDILLAH FARIS ALAUDIN 🕔Minggu 05 Februari 2023, 05:25 WIB
WANGI aroma daun tembakau kering menyambut siapa pun yang memasuki jalan utama Desa Reco, di Lereng Gunung Sindoro,...
tengah: Sandi Saputra, Rivon Paino, Fakhry Muhammad Rosa bawah: Rohil Fidiawan Mokmin, Indriani Usman, Findriani Mahmud /MI/ADAM DWI

FINDRIANI MAHMUD DAN RIVON PAINO: Ketangguhan Perempuan Nelayan

👤Nas/M-1) 🕔Minggu 05 Februari 2023, 05:20 WIB
FILM dokumenter selanjutnya yang masuk lima besar Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2022 ialah Halimah dan Perahu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya