Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah studi baru memperingatkan bahwa polusi suara dapat mempengaruhi memori anak-anak. Para peneliti dari Institut Kesehatan Global Barcelona mempelajari anak-anak yang bersekolah di 38 sekolah di Barcelona.
Tim peneliti menemukan bahwa anak-anak di sekolah dengan kebisingan lalu lintas yang lebih tinggi memiliki perkembangan kognitif yang lebih lambat.
"Studi kami mendukung hipotesis bahwa masa kanak-kanak adalah periode rentan di mana rangsangan eksternal seperti kebisingan dapat memengaruhi proses perkembangan kognitif yang cepat yang terjadi sebelum masa remaja,"kata Jordi Sunyer, seorang penulis studi tersebut, seperti dikutip dari dailymail.co.uk, Kamis (2/6).
Dalam studi tersebut, tim mempelajari 2.680 anak berusia 7-10 tahun, yang bersekolah di 38 sekolah di Barcelona. Untuk menilai kemungkinan dampak kebisingan lalu lintas pada perkembangan kognitif, tim menilai perhatian dan memori kerja anak-anak.
Selama periode 12 bulan, anak-anak menyelesaikan tes kognitif empat kali. Pengukuran kebisingan juga dikumpulkan selama periode yang sama dari taman bermain dan ruang kelas sekolah. Analisis hasil mengungkapkan bahwa perkembangan memori kerja dan perhatian lebih lambat pada siswa yang bersekolah di sekolah dengan tingkat kebisingan lalu lintas yang lebih tinggi.
Misalnya, peningkatan 5 desibel dalam tingkat kebisingan di luar ruangan menghasilkan pengembangan memori kerja yang 11,5 persen lebih lambat dari rata-rata, dan pengembangan memori kerja kompleks yang 23,5 persen lebih lambat. Ini juga menghasilkan pengembangan kapasitas perhatian yang 4,8 persen lebih lambat dari rata-rata.
Dalam hal perbandingan kebisingan di luar dan di dalam ruangan, tim menemukan bahwa anak-anak di sekolah dengan taman bermain yang bising berkinerja lebih buruk pada semua tes. Namun, ruang kelas yang bising tampaknya hanya memengaruhi perhatian anak-anak, dan bukan memori kerja mereka.
"Temuan ini menunjukkan bahwa puncak kebisingan di dalam kelas mungkin lebih mengganggu perkembangan saraf daripada tingkat desibel rata-rata," kata Dr Maria Foraster, penulis utama studi tersebut.
''Ini penting karena mendukung hipotesis bahwa karakteristik kebisingan mungkin lebih berpengaruh daripada tingkat kebisingan rata-rata," lanjutnya.
Tim juga melihat tingkat kebisingan rata-rata anak-anak di rumah, berdasarkan peta kebisingan lalu lintas jalan di Barcelona. Anehnya, mereka tidak menemukan hubungan antara kebisingan perumahan dan perkembangan kognitif.
'Ini bisa jadi karena paparan kebisingan di sekolah lebih merugikan karena mempengaruhi jendela konsentrasi dan proses belajar yang rentan," kata Dr Forester.
Karena alasan temuan ini masih belum jelas, tim berharap temuan mereka akan memicu penelitian lebih lanjut tentang lalu lintas jalan dan pengaruhnya terhadap perkembangan kognitif anak-anak. (M-2)
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, Fitria Agustina, menegaskan bahwa mandi satu hingga dua kali sehari sudah cukup, meskipun Indonesia saat ini tengah menghadapi cuaca ekstrem
Polutan yang terhirup ibu hamil dapat masuk ke aliran darah, menembus plasenta, dan memicu stres oksidatif serta peradangan yang berdampak pada janin.
Pada 2022, beban ekonomi akibat dampak kesehatan dari polusi udara diperkirakan mencapai US$220 miliar, atau sekitar 6,6% dari PDB nasional (PPP).
IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 70,5 mikrogram per meter kubik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved