Jumat 11 Februari 2022, 09:58 WIB

Kehadiran Homo Sapiens di Eropa Ternyata Lebih Awal dari yang Diperkirakan

Galih Agus Saputra | Weekend
Kehadiran Homo Sapiens di Eropa Ternyata Lebih Awal dari yang Diperkirakan

Ludovic Slimak / Handout / AFP
Temuan artefak peninggalan Neanderthal di sebuah sungai di kawasan Rhone, selatan Prancis belum lama ini

 
Sebuah studi arkeologi yang terbit di majalah Science, Rabu, (10/2) mengungkap bukti baru kedatangan Homo Sapiens yang dikenal sebagai spesies manusia terakhir ke Eropa Barat. Studi itu bahkan mengatakan bahwa kedatangan Homo Sapiens di benua tersebut ternyata terjadi lebih awal dari sebelumnya.

Selama ini, penemuan arkeologis menunjukkan bahwa Neanderthal yang dikenal sebagai spesies manusia lainnya, telah menghilang dari Eropa sekitar 40.000 tahun lalu, atau tak lama setelah kedatangan Homo Sapiens 5.000 tahun sebelumnya. Namun, dalam penemuan baru yang dipimpin Ludovic Slimak dari University of Toulouse, Perancis itu diketahui bahwa kedatangan Homo sapiens di Eropa diperkirakan justru terjadi pada 54.000 tahun lalu.

Slimak dalam temuannya juga berhasil mengungkapkan bahwa dua spesies manusia itu rupanya pernah menghuni gua Mandrin, atau yang sekarang menjadi wilayah Rhone di selatan Prancis secara bergantian.

Dalam penelusurannya, mereka mengaku telah menemukan sebuah lapisan tanah di Mandrin atau yang kemudian disebut sebagai 'lapisan E'. Lapisan tersebut mengandung kurang lebih 1.500 titik batu api, yang memiliki tekstur lebih halus daripada yang ditemukan di lapisan atas dan bawahnya.

"Ukurannya sangat kecil. Beberapa di antaranya panjangnya bahkan kurang dari satu sentimeter. Titik ini menjadi suatu 'distandarisasi' dan belum pernah kita lihat sama sekali pada Neanderthal," terang Slimak, seperti dilansir dari AFP, Kamis, (10/2).

Dalam penelusuran kali ini, Slimak dan tim juga menemukan gigi susu Homo Sapiens. Temuan itu sebelumnya pernah mereka bandingkan dengan temuan dari situs Ksar Akil, yang berada di kaki Gunung Lebanon, atau yang dikenal sebagai salah satu jejak ekspansi Homo Sapiens ke timur Mediterania

Hasil perbandingan kemudian menunjukan adanya kecocokan, yang lantas membuat Slimak dan tim yakin bahwa temuan di situs Mandrin yang berupa sembilan gigi susu milik enam individu itu adalah jejak pertama ekspansi Home Sapiens ke Eropa barat.

"Fosil dari manusia modern ini menjadi bukti awal yang diketahui, tentang keberadaan manusia modern di Eropa barat", terang Natural History Museum London, yang turut mengonfirmasi temuan dalam sebuah pernyataan.

Slimak juga mengatakan bahwa Homo Sapiens mungkin telah menghabiskan waktu sekitar 40 tahun untuk menduduki wilayah Rhone. Dalam bayangannya, Neanderthal kemungkinan pernah menjadi semacam pemandu bagi Homo Sapiens ke satu wilayah dengan sumber daya terbaik.

"Inilah yang terjadi ketika orang Eropa Barat juga mulai melakukan ekspansi ke Amerika hingga Australia," katanya.

Ilmuwan Natural History Museum London, Chris Stringer mengatakan temuan kali ini sangat menarik dan telah menjadi bagian bagian tertentu dalam sebuah teka-teki tentang bagaimana dan kapan manusia modern tiba di Eropa.

"Memahami tumpang tindih di balik manusia modern dan hominin lain di Eurasia sangat penting untuk memahami lebih banyak tentang interaksi mereka, dan bagaimana kita menjadi spesies manusia terakhir yang tersisa," pungkasnya.

Baca Juga

Dok. Pop Art Jakarta 2022

Yuk, Nikmati Karya Kreator Lokal di Pop Art Jakarta

👤Fathurrozak 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 21:06 WIB
Berlangsung mulai 13 Agustus, pameran yang menghadirkan antara lain Bumilangit dan Mice Cartoon ini dapat disimak secara...
unsplash.com/Sébastien Goldberg

Gelombang Panas dan Kekeringan Ekstrem Membuat Produksi Garam di Prancis Meningkat

👤Devi Harahap 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 20:00 WIB
Suhu naik dalam beberapa bulan terakhir dan hampir tidak ada curah hujan. Keadaan tersebut menyebabkan tingginya penguapan air laut di...
Dok Vision+

Serial Drama Kehidupan Tradisional di Era Modern Royal Blood Bakal Dirilis

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 10:20 WIB
Vision+ bekerja sama dengan Kantara Creative dan disutradarai oleh Eko Kristianto, Royal Blood akan dirilis secara resmi pada 17 Agustus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya