Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah tengkorak manusia berusia satu juta tahun ditemukan di Tiongkok dan memicu pertanyaan baru tentang asal-usul manusia. Temuan ini menunjukkan Homo sapiens muncul lebih awal setengah juta tahun dari dugaan sebelumnya.
Studi menunjukkan manusia purba hidup berdampingan dengan Neanderthal dan spesies lain lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Para ilmuwan menyebutnya sebagai perubahan total pemahaman evolusi manusia.
Studi ini diterbitkan dalam jurnal Science oleh tim dari Universitas Fudan dan Museum Sejarah Alam Inggris. Para peneliti menguji ulang data dengan berbagai metode untuk memastikan temuan ini.
Tengkorak yang dinamai Yunxian 2 awalnya dikira milik Homo erectus, manusia pertama berotak besar. Hal ini karena diperkirakan berusia sekitar satu juta tahun, jauh sebelum manusia modern muncul.
Namun, hasil pemindaian komputer dan pencetakan 3D mengungkapkan bahwa Yunxian 2 bukan Homo erectus, melainkan Homo longi.
Homo longi adalah spesies manusia purba dengan perkembangan mirip Neanderthal dan Homo sapiens. Bukti genetik menunjukkan bahwa Homo longi hidup berdampingan dengan keduanya, sehingga ketiga spesies ini kemungkinan berjalan di Bumi jauh lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
"Ada beberapa bukti genetik yang menunjukkan kemunculan spesies kita yang bahkan lebih awal, yang mungkin telah bergabung kembali dengan garis keturunan kita, tetapi hal ini belum terbukti," ujar Prof. Chris Stringer, seorang peneliti Museum Sejarah Alam kepada BBC News
Tengkorak Yunxian 2 sebelumnya rusak dan sulit diklasifikasikan. Para peneliti memindai, memperbaiki distorsinya dengan komputer, dan mencetak replika 3D. Metode ini membantu mereka melihat bentuk asli tengkorak dan mengklasifikasikannya secara tepat.
Para ilmuwan menyebut evolusi manusia seperti pohon bercabang. "Pohon ini memiliki beberapa cabang, dan ada tiga cabang utama yang berkerabat dekat, dan mungkin ada beberapa perkawinan silang, dan mereka hidup berdampingan selama hampir 1 juta tahun. Jadi, ini hasil yang luar biasa,” ujar Profesor Xijun Ni pemeliti dari Universitas Fudan.
Homo sapiens, Homo longi, dan Neanderthal hidup berdampingan selama hampir satu juta tahun. Temuan ini mengubah pemahaman sejarah manusia lebih awal dan menegaskan kompleksnya evolusi manusia. (BBC News/Z-10)
Menbud Fadli Zon dorong kajian ilmiah asal-usul manusia lewat Teori Out of Nusantara, menantang dominasi Teori Out of Africa dengan bukti arkeologis lokal.
Fosil manusia berusia 770 ribu tahun ditemukan di Maroko. Temuan ini memperkuat teori asal Homo sapiens dari Afrika dan mengguncang peta evolusi.
Para peneliti telah mengidentifikasi spesies manusia purba baru, yang mereka beri nama Homo juluensis, yang berarti kepala besar.
Penelitian genetika menunjukkan bahwa Homo sapiens puluhan ribu tahun lalu melakukan kawin silang berulang dengan Neanderthal, Denisovan, dan hominin lain.
Para ilmuwan berhasil menyusun kembali bentuk asli tengkorak manusia berusia sekitar satu juta tahun yang ditemukan di Tiongkok.
Penemuan tengkorak berusia 1 juta tahun di Tiongkok mengungkap bahwa Homo sapiens mungkin muncul lebih awal dari perkiraan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved